spot_img
spot_img

Investigasi Dimulai, Harus Ada yang Tanggung Jawab

MALANG POSCO MEDIA- Pemerintah pusat turun tangan akibat Tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10) malam. Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pastikan mulai melakukan pengusutan. Menko PMK  Muhadjir Effendi mendesak agar ada yang harus bertanggungjawab dalam kasus ini. Sedangkan Liga1 dihentikan sementara.

“Kami memastikan akan melakukan investigasi menyeluruh. Kami akan usut tuntas, termasuk hal-hal yang menyebabkan jatuhnya korban. Semua akan kami usut tuntas,”  kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo usai mengunjungi Stadion Kanjurunan Kepanjen, Minggu (2/10) kemarin.

Selain itu dia memastikan jumlah korban jiwa sebanyak 125 orang. Dari data yang ada sebelumnya, dipastikan ada pendataan yang membuat korban tercatat ganda.

“Ada beberapa yang tercatat ganda. Oleh sebab itu, melalui tim DVI Polda Jatim, INAFIS, dan Biddokes Polda Jatim kami sudah melakukan identifikasi. Total ada 125 korban yang dinyatakan meninggal dunia,” jelas mantan Kabareskrim itu. 

Selain Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Menpora Zainudin Amali, Ketum PSSI Mochamad Iriawan dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pun mendatangi lokasi kejadian. Setelah itu mereka memberi penjelasan resmi lantaran ditugaskan Presiden Joko Widodo ke Kepanjen, kemarin.

Menpora Zainudin Amali menyebutkan kejadian ini memang tidak pernah disangka sebelumnya.”Mewakili Presiden Republik Indonesia, kami meminta kepada jajaran Polri untuk mengusut tuntas. Selain itu, kami berharap agar PSSI bisa mengevaluasi secara menyeluruh, sehingga ditemukan sistem kompetisi liga yang paling baik,” jelasnya.

Ketum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan Arema FC dipastikan tidak boleh bermain di kandang sampai akhir musim Liga 1 2022/2023. Untuk saat ini kompetisi secara resmi diberhentikan sementara sampai proses penyelidikan dan investigasi dari Polri selesai.

 Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pemda akan menyalurkan tali asih, kepada ahli waris korban yang meninggal. Dari Pemprov Jatim menyiapkan dana sebesar Rp 10 juta ditambah pemkab dan  pemkot tempat korban tinggal, juga akan menyiapkan dana sebesar Rp 10 juta untuk ahli waris korban yang tewas.

“Saat ini kami sudah memulai menyalurkan kepada mereka yang bisa kami jangkau terlebih dahulu. Nantinya mulai besok (hari ini) kami akan kembali menyalurkan secara berkala, sampai semua tuntas. Sementara untuk korban luka, kami telah menyiapkan seluruh fasilitas perawatan secara gratis,” beber Khofifah.

Berita Lainnya:  Dok! Lanjutan Liga 1 2022/2023 Dapat Rekomendasi Mulai 5 Desember

Di sisi lain, Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana mengaku siap membiayai seluruh biaya pengobatan korban luka. Ia  berharap para korban bisa segera pulih dan sehat kembali.

“Kami di sini sangar shock, kaget dan tidak menyangka akan terjadi seperti ini. Kami berharap para korban luka ini bisa segera pulih,” jelasnya.

Ia menjelaskan Senin (3/10) hari ini sebanyak 30 punggawa Arema FC melayat ke rumah duka. Mereka terbagi menjadi tiga kelompok, yang akan disebar ke seluruh korban Aremania dan Aremanita yang meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan. 

Di sisi lain,  Menko PMK Muhadjir Effendi bicara tegas.  “Harus ada yang bertanggung jawab,” katanya usai melihat sisa-sisa mobil yang terbakar di Stadion Kanjuruhan, Minggu (2/10) kemarin. Harus ada yang bertanggung jawab tersebut dikatakan Muhadjir sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

Presiden menginstruksikan agar segera melakukan investagasi secepat mungkin.   “Bapak  Presiden juga sudah menyampaikan ke Gubernur Jatim untuk melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang melakukan penanganan,” katanya. 

Bahkan Muhadjir juga mengatakan pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Menetri Sosial  Tri Risma Harini. Koordinasi ini terkait pemberian santunan kepada para korban, baik yang meninggal maupun  cedera. 

Tragedi di Stadion Kanjuruhan Kepanjen yang terjadi di laga pekan 11 BRI Liga 1 2022/2023 yang mempertemukan tuan rumah Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam menjadi perhatian serius PSSI. Federasi sepak bola Indonesia ini segera melakukan investigasi, bersama operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru, yang juga sudah memutuskan menghentikan sementara kompetisi selama sepekan. Selain itu, Arema FC dipastikan tak bisa menggelar pertandingan di Stadion Kanjuruhan di sisa laga musim ini.

“PSSI dan PT LIB turun ke Malang melakukan investigasi. Terkait pelaksanaan pertandingan yang digelar Panpel lokal,” ujar Ketua Umum PSSI M. Iriawan.

Menurut dia, sebagai langkah tegas pertama, ia memastikan Tim Singo Edan tak boleh lagi bermain di kandang sendiri selama satu musim ini. Selain itu, untuk membantu proses investigasi, kompetisi dipending demi mendapatkan fakta di lapangan lebih cepat.

“Langkah pertama saya tegaskan, Arema tidak boleh lagi main di homebase-nya, di Stadion Kanjuruhan selama musim ini. Lalu yang kedua, Liga 1 dihentikan demi proses investigasi untuk menghasilkan apa yang sebenarnya terjadi,” terang dia.

Berita Lainnya:  Sistem Bubble, Siap Hadapi Jadwal Padat

Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan, panitia pertandingan akan mendapat sanksi keras jika kerusuhan itu terbukti di dalam lapangan. Selain sanksi denda juga tidak bisa menjadi tuan rumah dalam beberapa laga.

‘’PSSI sangat mengecam kerusuhan ini. Namun, sekali lagi kami belum bisa menyimpulkan apa-apa. Tetapi, sanksi keras akan menimpa Arema jika semuanya terbukti. Tim investigasi PSSI akan segera bertolak ke Malang,’’ imbuh Yunus.

Sementara itu, Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Irjen Pol (Purn) Erwin Tobing sangat menyesalkan kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, yang kemudian merembet di area di sekitar stadion. Komdis segera melakukan sidang akibat kejadian yang berimbas pada hukuman pada Arema FC yang dilarang menjadi tuan rumah di sisa kompetisi.

‘’Setelah mendapat laporan dari PT Liga Indonesia Baru, kami segera menyidangkan kasus ini. Arema bisa jadi dalam sisa pertandingan kompetisi BRI Liga 1 musim ini tidak diperkenankan menjadi tuan rumah. Selain itu sanksi lainnya juga menanti,’’ kata Erwin.

Erwin belum bisa memastikan berapa korban yang meninggal atau terluka dalam insiden ini. Namun, jika ada korban yang meninggal itu sudah menjadi ranah pidana dan akan ditindaklanjuti oleh kepolisian. ‘’Kita dukung aparat Kepolisian untuk menindaklanjuti insiden ini. Siapapun yang salah harus dihukum,” tambahnya.

Erwin juga memastikan bersama dengan tim dari PSSI segera berangkat ke Malang untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Itu dilakukan agar saat sidang Komdis nanti bisa memutuskan hukuman apa yang layak diberikan kepada Arema FC.

Di sisi lain, operator kompetisi BRI Liga 1 2022/2023, PT Liga Indonesia Baru (LIB) langsung bersikap. Kompetisi diputuskan berhenti selama sepekan.

“Kami prihatin dan sangat menyesalkan peristiwa tersebut. Kami ikut berdukacita dan semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” ujar Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.

Lebih lanjut, Akhmad Hadian Lukita juga menegaskan bahwa pihaknya memutuskan bahwa kompetisi BRI Liga 1 2022/2023 dihentikan selama sepekan. 

Sementara itu dalam regulasi FIFA pasal 19 b melarang

penggunaan gas air mata.  “Senjata api atau gas air mata tidak boleh dibawa atau digunakan,” bunyi pasal tersebut. (rex/ira/ley/van)  



BERITA LAINNYA

Aremania Tolak Hasil Autopsi

Butuh Banyak Perbaikan!

Liga 1 Dilanjutkan 2 Desember

Tetap Kencang Usut Tuntas!