spot_img
spot_img
Sunday, April 14, 2024
spot_img
spot_img

ITSK RS. dr. Soepraoen Malang; Buka Program Profesi Fisioterapi dan Apoteker

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Kabar gembira datang dari Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS. dr. Soepraoen Malang. Kampus ini tidak lama lagi akan membuka Program Profesi Fisioterapi dan Program Profesi Apoteker. Rabu (27/3) hari ini, rencana Assessment Lapangan akan dilakukan oleh beberapa pihak secara bersama-sama.

Antara lain oleh  Asosiasi Profesi Apoteker,  Asosiasi Profesi Fisioterapi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jatim dan Kemendikbud Ristek. “Mohon doanya semoga assessment besok (hari ini) berlangsung dengan lancar,” ucap Rektor ITSK RS. dr. Soepraoen Malang, Letkol. Ckm Arief Efendi, SMPh., SH., S.Kep., Ners, MM., M.Kes, saat ditemui Malang Posco Media.

Assessment lapang dilakukan untuk melihat kesiapan lapangan sebelum program profesi dibuka. Diantaranya, Sumber Daya Manusia (SDM) dosen, sarana prasarana, kurikulum, tempat praktik mahasiswa dan sebagainya.

“Semua sudah kami siapkan dengan matang. Insya Allah sudah sesuai dengan syarat yang ditentukan. Kalau nanti sudah diizinkan, itu berarti ITSK RS. dr. Soepraoen menjadi kampus swasta pertama di Malang yang memiliki program profesi fisioterapi dan apoteker,” ucap Arief.

Pria asal Tuban ini menegaskan pentingnya program profesi. Karena berkaitan dengan izin seseorang mendapatkan pekerjaan di bidang kompetensinya.

Arief yakin dibukanya program profesi akan disambut baik oleh masyarakat. Khususnya lulusan S1 Program Studi Fisioterapi dan S1 Apoteker. “Kami melihat banyak lulusan dua prodi ini yang belum mendapat profesi. Sementara untuk bekerja wajib sudah bergelar profesi. Harus punya bekal sertifikasi profesi,” kata dia.

Masa studi program profesi fisioterapi selama dua semester atau satu tahun. Mahasiswa harus menempuh 36 SKS untuk dapat lulus. Sedangkan program profesi apoteker sebanyak 40 SKS.

Arif mengungkapkan, dibukanya dua program profesi atas inisiatif dan peluang yang ada. Banyak permintaan dari internal kampus. Yaitu kalangan mahasiswa.

“Kami tidak boleh melepas (meluluskan) mahasiswa begitu saja tanpa mereka siap kerja. Karena itu kami segera mengejar target untuk dapat program profesi ini sebelum angkatan pertama lulus diwisuda,” tuturnya.

Prodi Fisioterapi dan Apoteker sendiri sudah dibuka ITSK RS dr. Soepraoen Malang sejak 2020 lalu. Bersamaan dengan pergantian nama kampus dari Poltekkes menjadi ITSK.

Itu artinya hingga saat ini kampus ini belum meluluskan mahasiswa dari kedua prodi tersebut. “Sudah menjadi target kami lulusan angkatan pertama sudah harus ada program profesi. Kami tidak akan membuat mereka megambang. Jadi bisa langsung lanjut mengambil program profesi,” ungkapnya.

Menurut Arief, lulusan S1 Fisioterapi dan Apoteker banyak bertebaran. Namun belum profesi. Sehingga mereka belum bisa bekerja. Sementara Indonesia masih sangat kurang tenaga kesehatan di bidang tersebut. “Kami menganggap itu sebuah peluang. Yang juga belum banyak kampus yang memiliki program profesi ini,” terangnya.

Meskipun begitu, kata dia, ITSK RS. Dr. Soepraoen Malang akan memprioritaskan lulusannya lebih dulu. Karena kuota angkatan pertama nanti akan dibatasi hanya 50 mahasiswa saja. “Ini berkaitan dengan rasio dan fasilitas. Maka 90 persen kita utamakan untuk lulusan sendiri, sisanya kami menerima dari luar,” pungkasnya. (imm)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img