Malang Posco Media, Malang – Arema FC memiliki alasan kuat mengapa memilih enggan menggunakan 11 pemain asing bila regulasi tersebut resmi ditetapkan di kompetisi Super League 2025/2026. Manajemen Singo Edan ingin terus berada pada komitmennya, yakni memaksimalkan potensi pemain muda yang ujungnya sumbangsih bagi Timnas Indonesia.
“Kami belum berpikir sampai 11 pemain. Alasannya, karena musim ini juga fokus pada komitmen untuk turut mengembangkan potensi pemain muda,” kata General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi.
Dalam beberapa musim terakhir, Tim Singo Edan memang terhitung sukses memaksimalkan potensi anak muda. Mulai dari Arkhan Fikri yang sudah join sejak 2022, lalu Achmad Maulana hingga terbaru Brandon Scheunemann.
Selain masih ada pemain muda lain seperti Salim Tuharea, Hamzah Titofani hingga Achmad Figo. Musim ini, Arema FC pun merekrut nama pemain muda seperti Teuku Razza Fachrezzi, mengontrak Dimas Aryaguna dan masih memiliki Aswin.
“Kalau ambil 11 pemain, komitmennya kan bisa jadi berubah. Makanya kami bilang, maksimal sembilan asing, itu pun mungkin ya. Tergantung dari kebutuhan tim,” paparnya.
Pelatih Arema FC Marcos Santos sendiri juga senang melihat talenta muda di tim Singo Edan. Dia melihat bagaimana potensi para pemain.
“Mereka butuh waktu, kesempatan dan kepercayaan. Makanya, mungkin kami akan maksimalkan mereka di uji coba salah satunya, untuk menambah menit bermain, mulai membiasakan dalam games pertandingan dan melihat kesempatan bermain,” pungkas dia. (ley/jon)