MALANG POSCO MEDIA – Mendapatkan keuntungan cepat jutaan rupiah dalam waktu singkat memang menggiurkan. Apalagi modalnya hanya beli slot arisan online. Tak harus bekerja keras mengeluarkan keringat. Ironisnya, apa yang didapat. Janji keuntungan yang berlipat-lipat nyatanya justru membuat banyak orang bukannya untung. Tapi justru buntung menjadi korban penipuan.
Apa yang menimpa puluhan warga dari beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Malang adalah bukti nyata. Masih banyak masyarakat yang mudah tergiur keuntungan cepat. Tapi nyatanya mereka justru menjadi korban arisan online bodong. Kerugian total pun mencapai miliaran rupiah.
Betapa tidak, jumlah korban mencapai 350 orang dari berbagai wilayah. Ada yang dari Kecamatan Turen, Wajak, Gondanglegi, hingga pulau Jawa. Dan parahnya, saat ditagih janji itu ke pengelola arisan, bukannya uang yang didapat, tapi justru pertengkaran yang tak kunjung usai.
Karena tak menemukan solusi itulah, para korban melaporkan kasus penipuan dan penggelapan arisan online itu ke Polres Malang. Itu karena kerugian bila ditotal secara keseluruhan bisa mencapai Rp 7 miliar. Meskipun sudah dilaporkan ke polisi, tak ada jaminan uang para korban akan kembali atau dibayarkan.
Kasus arisan online dengan modus membeli slot dengan janji keuntungan mingguan dan bulanan yang berlipat harus menjadi pelajaran berharga. Masyarakat harus lebih bijak menginvestasikan uangnya. Apalagi kondisi ekonomi saat ini tidak baik-baik saja. Harusnya segala hal yang menjanjikan keuntungan besar dengan cara yang tak masuk akal, bisa diendus sejak awal.
Modus-modus seperti membeli slot arisan online Rp 500 ribu lalu mendapat Rp 1 juta dalam seminggu atau Rp 1 juta dapat Rp 2 juta dalam sebulan, patut dicurigai. Jangan sampai mudah tergiur keuntungan meskipun sudah banyak pembayaran yang lancar di awalnya. Literasi keuangan harus dikedepankan agar tak jadi korban. Lebih baik uang yang ada ditabung atau dinvestasikan yang aman. Daripada mengejar keuntungan besar dalam waktu singkat dengan modal puluhan juta. Tapi ujung-ujungnya modal tak kembali dan malah jadi korban penipuan. Ingat, era semakin canggih. Modus penipuan pun makin menggila dan bikin nagih. Waspadalah!(*)