MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Petugas gabungan dari Lapas Perempuan Kelas IIA (LPP) Malang, TNI-Polri, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang dan Kota Malang menggelar razia dan tes urine pada Rabu (26/3) pagi kemarin. Pemeriksaan dilakukan secara acak di blok hunian serta melalui pengambilan tes urine terhadap puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan petugas lapas.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga keamanan menjelang Idul Fitri 1446 H serta dalam rangka peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan 2025. Razia dilakukan guna mengantisipasi gangguan keamanan dan memastikan lingkungan lapas tetap kondusif selama perayaan Lebaran.
Kepala LPP Malang, Yunengsih, menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan, petugas gabungan tidak menemukan barang-barang terlarang seperti ponsel atau benda mencurigakan lainnya. Namun, ditemukan beberapa obat-obatan kadaluarsa yang berasal dari klinik lapas tetapi tidak digunakan oleh WBP.
“Dari hasil razia, tidak ditemukan barang terlarang, hanya beberapa obat kadaluarsa yang sudah tidak digunakan. Ini menunjukkan bahwa kondisi keamanan lapas tetap terkendali,” jelas Yunengsih.
Selain razia, petugas juga melakukan tes urine kepada 30 orang secara acak, terdiri dari 20 WBP dan 10 petugas lapas. Hasilnya menunjukkan bahwa semuanya negatif narkoba.
“Sinergi antara Lapas Malang, TNI, Polri, dan BNN sangat penting untuk memastikan keamanan selama perayaan Idul Fitri. Kami ingin memastikan situasi tetap kondusif, tidak hanya pada hari raya tetapi juga setelah Lebaran,” tambahnya.
Pihaknya menegaskan bahwa razia seperti ini akan terus dilakukan secara berkala guna menekan potensi gangguan keamanan serta memastikan tidak ada peredaran barang terlarang di dalam lapas.
“Kami berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman dan terkendali bagi warga binaan, sehingga mereka dapat menjalani masa hukuman dengan baik,” imbuh Yunengsih.
Ia juga mengapresiasi dukungan aparat keamanan dan BNN dalam kegiatan ini.
“Kami sangat terbantu dengan sinergi berbagai pihak dalam menjaga stabilitas keamanan di dalam lapas. Keamanan dan ketertiban warga binaan adalah prioritas utama kami,” pungkasnya. (rex/aim)