spot_img
Saturday, July 20, 2024
spot_img

Jemaah Nafar Awal Tinggalkan Mina, Diminta Pulihkan Stamina

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA– Selasa (28/6) kemarin, bertepatan dengan tanggal 12 Zulhijah 1445 Hijriah, adalah hari ketiga jemaah haji berada di Mina. Jemaah haji kembali melakukan lontar jumrah Ula, Wustho, dan Aqabah, sesuai jadwal yang telah ditetapkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Pada tanggal 12 Zulhijah ini jemaah melakukan lontar jumrah pada pukul 00.00 – 05.00 WAS; pukul 05.00 – 10.30 WAS; pukul 14.00 – 18.00 WAS; dan pukul 18.00 – 00.00 WAS.

- Advertisement -

PPIH kembali mengingatkan jemaah haji agar mematuhi jadwal dan jalur melontar jumrah yang telah ditetapkan dan yang telah diberikan sesuai kloternya masing-masing. Hindari melontar jumrah pada saat cuaca panas yang berlebih dan terlebih dalam kondisi berdesak-desakan.

LEMPAR JUMRAH: Jemaah haji Kabupaten Malang dari KBIHU Al Huda melempar jumrah terakhir sebelum kembali ke Makkah, Selasa (18/6).

Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda mengatakan, bagi jemaah haji yang mengambil pilihan Nafar Awal, diperbolehkan untuk meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam pada 12 Zulhijah atau usai melempar jumrah.

“Sedangkan jemaah haji yang mengambil pilihan Nafar Tsani dapat meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah,” terang Widi .

“Keberangkatan dari Mina menuju hotel di Makkah, dimulai dari pagi hari hingga selesai. Bus akan menjemput jemaah di sekitar tenda Mina, lalu mengantar jemaah ke hotel masing-masing di Makkah,” sambungnya.

Pada saat meninggalkan Mina, kata Widi, jamaah haji seyogyanya terus bersyukur kepada Allah atas segala rahmat yang telah diterima, sehingga dapat menyelesaikan rangkaian ibadah hajinya dengan sempurna.

“Selanjutnya, setelah beristirahat cukup di hotel, jemaah dapat melaksanakan tawaf Ifadhah di Masjidil Haram,” sebutnya.

Seperti dilaporkan wartawan Malang Posco Media, H Buari dari Mina, sebagian besar jemaah Indonesia memilih Nafar awal. Termasuk di Kloter 29 Kabupaten Malang, hampir semua memilih Nafar awal, kembali ke hotel di Makkah pada Selasa (18/6) kemarin. Usai tiga hari bermalam (mabit) di Mina serta menyelesaikan tahapan lontar jumrah, jemaah kembali ke Makkah guna melakukan thawaf ifadhah, sa’i, dan thawaf wada.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Khalilurrahman meminta jemaah haji untuk dapat memulihkan fisik dan staminanya terlebih dahulu sebelum melakukan ibadah-ibadah tersebut.

“Alhamdulillah tahapan mabit di Mina sudah dapat diselesaikan. Jemaah yang mengambil nafar awal sudah kembali ke Makkah hari ini. Kami mengimbau, agar setibanya di Makkah, jemaah istirahat dulu di hotel masing-masing,” kata Khalilurrahman di Makkah, Selasa (18/6) kemarin.

“Pulihkan kondisi fisik dulu, tidur yang cukup dulu. Jangan langsung menuju Masjidil Haram untuk Ifadhah,” sambungnya.

Ia juga mengimbau jemaah tidak melakukan aktivitas yang menguras tenaga, seperti ziarah atau umrah sunah berulangkali.

“Jaga kondisi dan jangan memaksakan fisiknya. Kita ingin semua jemaah dapat kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat wal afiat,” ujar Khalilurrahman.

Khalil, begitu ia biasa disapa, juga mengingatkan jemaah haji kloter awal gelombang pertama yang akan segera kembali ke Tanah Air untuk dapat mencermati rencana jadwal kepulangan dan menuntaskan pelaksanaan thawaf ifadhah dan sa’i sebelum pulang.

Begitu pula bagi jemaah kloter awal gelombang kedua yang harus segera bergerak ke Madinah. “Perhatikan jadwal kepulangan ke Tanah Air atau jadwal keberangkatan ke Madinah. Pastikan thawaf ifadhah dan sa’i nya sudah tuntas sebelum meninggalkan Makkah,” pesan Khalil.

Sementara, bagi jemaah haji lansia, sakit, lemah dan risti, serta jemaah wanita yang sedang haid, menurut Khalil, gugur kewajiban thawaf wada’-nya dan tidak dikenakan dam. “Jemaah haji yang sehat dan tidak ada halangan/uzur, melaksanakan thawaf wada’ paling lambat 12 jam sebelum rencana jadwal pulang,” tandasnya. (bua/jon/van)

- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img