spot_img
Sunday, July 14, 2024
spot_img

Karena Kami Pemberani

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA- Euforia  kemenangan Timnas Indonesia U23 melawan Korea Selatan (Korsel) Jumat (26/4) dinihari kemarin masih dirasakan oleh seluruh masyarakat.  Semuanya bangga karena timnas membuat sejarah baru persepakbolaan Indonesia. Namun di balik euforia itu ada cerita seru di redaksi Malang Posco Media (MPM).

Kerja jurnalistik tentang pertandingan Timnas Indonesia lawan Timnas Korsel juga menjadi sejarah kami. Kami bekerja ekstra. Itu demi pembaca setia MPM.
Waktu deadline kami menjadi tak biasa. Apalagi pertandingan Piala Asia U-23 2024 itu baru dimulai 00.30 WIB dan pertandingan berakhir sekitar pukul 04.00 WIB.

Untuk kerja koran, ini jauh melampaui jam deadline. Biasanya maksimal pukul 22.00 WIB harus selesai agar naik cetak.

Tapi laga Timnas Indonesia versus Timnas Korsel ini membuat kami harus menyesuaikan. Stenly Rehardson, wartawan yang menulis berita jalannya pertandingan pukul 04.08 WIB. Beberapa saat usai pertandingan.
Setelah melewati proses editing dan lay out, file koran pun dikirim ke percetakan. Koran MPM naik cetak pukul 04.30, dan sampai di Malang pukul 06.00.  

Bisa dibilang ini langkah berani. Terhadap situasi ini, kami sudah terbiasa. Karena kami dididik menjadi pemberani. Itu agar melampaui loncatan yang tinggi.

Langkah berani ini  berawal dari ide Chairman Malang Posco Media Juniarno Djoko Purwanto. Saat rapat leader Selasa (23/4) lalu, melontarkan ide agar Malang Posco Media tetap menayangkan pertandingan Timnas U23 Indonesia Vs Korea Selatan.

Pak Pur demikian kami memanggilnya tidak masalah meskipun koran MPM harus cetak di atas pukul 03.00 WIB.

Ide itu sontak membuat kaget semua peserta rapat. Mengingat sesuai jadwal Piala Asia AFC U23, pertandingan timnas digelar Jumat dinihari. Pertadingan dimulai pukul 00.30. Usai rapat leader, Pemred Malang Posco Media, Muhaimin pun menindaklanjuti ide tersebut. Skema untuk dapat memuat berita pertandingan timnas pun disusun.

Skema itu tentu saja disampaikan kepada para ‘bos’ MPM.  Karena apapun, para leader MPM   yang memiliki kebijakan untuk skema dan keputusan terkait terbitan timnas ini.

Hingga akhirnya Kamis (26/4) pagi Pak Pur memutuskan Malang Posco Media memuat full pertandingan berikut dengan hasilnya. Saat itu pak Pur juga langsung meminta Direktur MPM Hary Santoso menyiapkan tim untuk mengcover pertandingan tersebut. Mulai dari tim redaksi yang membuat berita, sampai dengan tim ekspedisi yang harus mengawal proses percetakan dan pendistribusian koran ke pembaca di Malang Raya dan sekitarnya.

Saat itu, tercetus ide Tim Subuh. Terutama untuk redaksi dan perangkat kerjanya.  Tim Subuh ini harus menyiapkan secara matang. Karena estimasi pekerjaan selesai hingga subuh.

Sementara di redaksi, Muhaimin pun langsung cepat menanggapi. Ia  membentuk tim. Karena dia paham, tidak semua kru redaksi dilibatkan. Seperti penulis berita, Aim sapaan akrab Muhaimin   memilih Stenly Rehardson yang menulis, dan Vandri Battu yang mengedit beritanya, dan Muhaimin sebagai penanggung jawab koran. Serta personel artistik yaitu Abdi Hasyim dan Tri Haryanto.  Di tim itu juga bergabung Wakil Direktur MPM Abdul Khalim serta saya Ira Ravika sebagai koordinator liputan serta M Firman yang menyiapkan foto pertandingan.

Sebagai koordinator liputan, saya pun tetap menjalankan tugas. Berkoordinasi dengan  Stenly.  Sekalipun pertandingan itu tetap bisa dilihat melalui siaran langsung televisi, namun Stenly tetap wajib menulis beritanya. Dia saat itu di Bali baru saja liput  pertandingan Arema melawan PSM Makassar. Saya tahu, kondisi Stenly lelah saat itu. Namun demikian, Stenly mengaku sanggup keluar hotel dan membuat liputan. Ia menggarap berita dari salah satu kafe di Bali untuk mengcover pertandingan Timnas sampai selesai.

Disaat pertandingan mulai berjalan, kami mendapat informasi Alun-Alun Merdeka Malang padat. Penonton nobar timnas membeludak. Kebetulan juga wartawan MPM Khalqinus Taaddin juga ada di sana. Dia pun kami minta untuk meliput nobar, suasana euforia.

Di sisi lain, Manager Digital Buari dan Slamet Prayito juga bekerja keras. Keduanya terus melakukan update berita melalui malangpocomedia.id.

Buari mencover langsung pertandingan dan membuat update beritanya dari kantor. Sedangkan Slamet melakukan update skor dari rumah.

Sementara tim lain yang terlibat adalah Ardi, Dana, Hendra dan Pak Wiyono. Keempatnya gabung dalam tim ekspedisi. Mereka berangkat di atas jam biasanya. Mereka mengawal koran. Mulai dari percetakan sampai peredaraannya.

Hendra  sejatinya sudah lama ditugaskan sebagai kru digital. Namun  demikian, karena malam itu mendesak, dia legowo untuk ikut ke percetakan dan mengawal koran.

Pekerjaan yang tidak biasa ini semuanya kami kerjakan dengan senang hati. Terlebih saat itu Timnas menang. Yang artinya, kami pun menjadi bagian kemenangan itu. Karena kami mengabarkan kemenangan itu. Bahkan kami berani mengatakan bahwa kami satu-satunya media cetak di Malang Raya yang menunggu dan menerbitkan hasil pertandingan Timnas Indonesia versus Korsel.(ira ravika/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img