spot_img
spot_img
Monday, April 15, 2024
spot_img
spot_img

Kasus DBD Tinggi, Dinkes Kota Batu Lakukan Gerakan PSN Tiap Minggu di Seluruh RT RW

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Kasus penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk di Kota Batu cukup tinggi. Hingga Februari saja angka Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 34 kasus, Demam Dengue (DD) dengan 19 kasus, Dengue Shock Syndrome (DSS) hanya 2 kasus dan 1 kasus meninggal dunia.

Untuk mencegah penyebaran kasus DBD, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu bersama seluruh unsur masyarakat secara serentak melakukan kegiatan gerakan serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh RT dan RW se-Kota Batu. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari Minggu selama sebulan ke depan.

Hal itu disampaikan oleh Plt Dinkes Kota Batu, Aditya Prasaja. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak mulai Minggu (25/2) pagi kemarin di setiap RT dan RW. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Puskesmas Bumiaji dan warga Desa Mojorejo, Jalan Mojowangi RT 13 RW 06 Ngandat Kidul dan RW 09 Kelurahan Temas.

“Tidak dipungkiri bahwa angka DBD di Kota Batu cukup tinggi. Ini dikarenakan banyaknya kenangan disekitar rumah yang tergenang air. Sehingga menjadi tempat bertelurnya nyamuk demam berdarah,” ujar Aditya kepada Malang Posco Media.

Apalagi, lanjut dia, nyamuk dalam sekali terbang mampu menjangkau jarak 250-300 meter. Sehingga hal tersebut membuat nyamuk mudah bertelur di genangan air seperti bak terbuang, pot yang berisi air maupun menggigit di tempat yang berbeda.

“Kegiatan PSN menjadi salah satu program yang dilaksanakan dalam rangka mencegah persebaran nyamuk demam berdarah dan memberantas sarang nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi sumber penularan DBD di wilayah Kota Batu. PSN ini akan diulang 1 kali seminggu selama 1 bulan,” bebernya.

Dinkes Kota Batu sendiri mengimbau seluruh masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Termasuk pot-pot bunga air, tampungan air dispenser, penampungan air kulkas, potongan bamboo, talang air yang mampet, dan tumpukan barang bekas lainnya.

“Selain itu Dinkes juga menyediakan bubuk abate secara gratis. Bubuk ini dapat diperoleh di puskesmas terdekat. Masyarakat tidak perlu ragu untuk mengambil dan menggunakannya untuk melindungi diri dan keluarga dari nyamuk Aedes Aegypti,” paparnya.

Serta, Dinkes meminta masyarakat untuk waspada terhadap gejala DBD seperti pusing, demam, mual, nyeri otot, kelelahan, atau bintik kemerahan. Termasuk jika masyarakat atau anggota keluarganya ada yang mengalami gejala tersebut, diimbau untuk segera memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. (eri)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img