spot_img
Monday, February 26, 2024
spot_img

Kasus Mafia Tanah di Kota Batu Dilimpahkan ke PN

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu melakukan pelimpahan perkara mafia tanah terhadap lima terdakwa yang terdiri dari inisial SA, EW, HEA, N dan A ke Pengadilan Negeri (PN) Malang Rabu (31/1) kemarin. Diketahui dari terdakwa, dua diantaranya merupakan pegawai BPN Kota Batu.

Dari lima terdakwa tersebut, yaitu terdakwa SA dengan dakwaan Primair : Pasal 264 ayat 1 ke-1 KUHP Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, Subsidair : Pasal 263 ayat 1 KUHP Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Terdakwa  EW dan HEA dengan dakwaan Primair : Pasal 264 ayat 2 KUHP Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat 1 KUHP, Subsidair : Pasal 264 ayat 1 ke-1 KUHP Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, Lebih Subsidiair : Pasal 263 ayat 2 KUHP Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat 1 KUHP, Lebih Subsidiair Lagi Pasal 263 ayat 1 KUHP Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Terdakwa N dengan dakwaan Primair : Pasal 264 ayat (2) KUHP  Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP, Subsidair : Pasal 263 ayat (2) KUHP  Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Terdakwa AL dengan dakwaan Primair : Kesatu Pasal 264 ayat (2) KUHP  Jo Pasal 56 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP, Atau Kedua Pasal 264 ayat (2) KUHP  Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP, Subsidiair Kesatu Pasal 263 ayat (2) KUHP  Jo Pasal 56 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP, Atau Kedua Pasal 263 ayat (2) KUHP  Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Batu, M. Januar Ferdian, SH.MH mengatakan untuk modus operandi dalam tindak pidana mafia Tanah dimaksud yaitu terdakwa EW yang merupakan istri terdakwa HEA bekerja sama dengan terdakwa N yang merupakan pegawai BPN Kota Batu untuk pengurusan dan penerbitan sertifikat dengan waktu kilat atau patas yaitu satu minggu jadi. Sedangkan lazimnya pengurusan sampai dengan penerbitan sertifikat memakan waktu empat bulan.

“Atas percepatan pengurusan dan penerbitan sertifikat tersebut terdakwa EW meminta biaya tambahan kepada saksi Supatimah dan Joko Purnomo sebesar Rp. 300 juta diluar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk pengurusan 11 sertifikat,” ujar Januar kepada Malang Posco Media kemarin.

Dimana dalam perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa EW tersebut dilakukan bersama-sama dengan Terdakwa HEW (Suami Terdakwa EW), Terdakwa SA(Selalu pembuat akta, dokumen dan kelengkapan administrasi lainnya yang dipalsukan dari Notaris Novita Sari).

“Kemudian terdakwa AL dan Terdakwa N yang merupakan pegawai BPN Kota Batu dalam proses pendaftaran sampai dengan penerbitan sertifikat tersebut tidak sesuai dengan mekanisme sebagaimana diatur ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” bebernya.

Sehingga dengan demikian, setelah dilakukan pelimpahan oleh JPU ke PN Malang sebagai yang berwenang untuk memeriksa dan memutus perkara dimaksud. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan perkara oleh hakim dalam persidangan berdasarkan pada dakwaan dari JPU. (eri)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img