spot_img
Thursday, July 25, 2024
spot_img

Kawal SAKIP, Maksimalkan Perangkat Daerah

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA- Di hari kedua bertugas, Pj Wali Kota Malang Dr Wahyu Hidayat mengawal evaluasi  Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Pemkot Malang. Itu dilakukan di depan Kementerian PANRB di Surabaya, Selasa (26/9) kemarin.

Wahyu didampingi Sekda Kota Malang Erik S Santoso memaparkan sistem birokrasi yang sudah dilakukan Pemkot Malang. Termasuk capaiannya.

- Advertisement -

Salah satunya tentang Pemkot Malang memangkas kebutuhan anggaran dengan menyerdehanakan perangkat daerah. Yakni  dari 34 perangkat daerah menjadi hanya 28 perangkat daerah saja.

Termasuk mengentaskan kemiskinan. Wahyu menegaskan komitmen Kota Malang menuntaskan mandat pemerintah pusat yang juga tertuang dalam Reformasi Birokrasi (RB) Tematik.

“Meliputi pengentasan kemiskinan ekstrim, stunting, inflasi, peningkatan investasi dan pelayanan publik ini memang terus menjadi perhatian dan konsen di Pemkot Malang,” ungkap Wahyu.

Sempat dijelaskan Wahyu berbagai upaya tersebut sudah diimplementasikan dalam  program jangka pendek hingga jangka menengah.  Melalui koordinasi dan kolaborasi tidak hanya satu perangkat daerah tetapi lintas perangkat daerah.

Isu ketahanan pangan yang menjadi konsentrasi  Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) diimplementasikan dalam berbagai program peningkatan produksi pertanian dan revitalisasi sistem irigasi. Selain itu juga yang kerap dikolaborasikan dengan program Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag)  berupa pasar murah.

“Kota Malang memiliki potensi untuk langkah- langkah penguatan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan mampu memberi multiplier effects. Termasuk pengentasan kemiskinan salah satunya juga dengan kekuatan ekonomi kreatifnya,“ tegas Wahyu.

Terkait pengembangan ekonomi kreatif,  juga menjadi konsentrasi Pemkot Malang. Melalui inventarisir isu strategis yang dilakukannya di hari pertama, Wahyu menyebut potensi tersebut didorong untuk terus menguat.

Sebagian besar perangkat daerah juga diminta membuat inovasi yang memunculkan potensi-potensi ekonomi kreatif. Dengan adanya Malang Creative Center (MCC) yang diyakni menjadikan atmosfir ekonomi kreatif dapat menguat.

Untuk masalah kemiskinan, program-program bantalan sosial juga menjadi perhatian. Tidak hanya dinas terkait seperti Dinas Sosial, tetapi disinergikan pula lintas perangkat daerah. Seperti penguatan peluang lapangan pekerjaan dan penguatan skill masyarakat dengan berbagai pelatihan.

“Ini juga bagian yang dipesankan Bu Gubernur Jawa Timur saat kami dilantik. Tentu terus dilakukan penguatan bidang ekonomi kreatif lalu bantalan sosial karena kemiskinan di Kota Malang relatif pada kerak serta peningkatan derajat kualitas kesehatan warga,” beber Wahyu.

Diketahui di hari kedua bertugas, Wahyu juga akan meminta seluruh perangkat daerah memaksimalkan realisasi program kerja yang sudah direncanakan. Dengan memaksimalkan anggaran yang ada dan memperhatikan isu-isu strategis. (ica/van)

- Advertisement - Pengumuman
- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img