spot_img
Saturday, March 2, 2024
spot_img

Kekurangan TPS, Lahan Kosong Jadi Tempat Sampah

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Permasalahan sampah masih sangat kompleks di Kota Malang. Saat ini masih marak ditemukan lahan kosong yang dijadikan tempat pembuangan sampah.  Alhasil sampah jadi menumpuk di tempat yang bukan seharusnya. Apalagi ditambah fenomena perilaku sebagian masyarakat yang suka ‘ikut-ikutan’ sehingga timbunan sampah menggunung.

“Seperti di Jalan Esberg (Kelurahan Karangbesuki) yang membuat timbunan sampah di lahan kosong, kemudian di Jodipan juga ada, Kedungkandang dan Tanjungrejo. Jadi ada empat wilayah ini. Alasannya warga merasa kejauhan kalau membuang sampah di TPS beda kelurahan, sehingga di taruh sembarangan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Noer Rahman kemarin.

Tidak dipungkiri, adanya timbunan sampah itu pun akhirnya mengganggu kenyamanan. Tidak hanya masyarakat sekitar, namun juga pengguna jalan tersebut. Belum lagi adanya timbunan sampah itu tentu juga merusak citra dan estetika Kota Malang 

“Tapi sementara tetap kita bantu pengangkutan (sampah). Seharusnya ranah kita di TPS, tetapi semoga ada solusi dari masing-masing wilayah,” ungkapnya.

Meski demikian, Rahman juga mengakui, munculnya timbunan sampah ini juga karena kurangnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Sehingga warga memilih untuk membuang sampah sembarangan di tempat terdekat.

Rahman mengungkap, di Kota Malang ini total terdapat 37 TPS dari 57 kelurahan. Tiap TPS mengakomodir untuk tiga hingga empat kelurahan. Hal ini kurang ideal sebab seharusnya tiap kelurahan memiliki setidaknya satu TPS

“Kurang ideal, idealnya satu kelurahan satu TPS. Kurangnya TPS karena beberapa TPS bisa mengakomodir tiga sampai empat kelurahan dan TPS masih kurang memadai,” jelas Rahman.

Ditambah lagi, angka rata rata sampah yang dihasilkan di Kota Malang saat ini mencapai 600 ton per hari. Hal ini juga terus dikejar dengan frekuensi pengangkutan sampah dari setiap TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai rata-rata empat sampai lima ritasi. Karena itu, DLH pun diketahui telah menganggarkan tambahan armada Armroll sebanyak lima unit.

“Karena penganggaran khusus TPS tahun 2023 belum ada, tapi kami akan menambah amrol ada tambahan sekitar tiga, lima unit, bentuknya seperti kontainer truk yang bisa ditempatkan di TPS sebagai tambahan tempat penimbunan sampah. Penempatan di TPS Tanjung, TPS sekitar Kedungkandang dan lainnya,” katanya. (ian/aim)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img