spot_img
spot_img

SMP Islam Almaarif 01 Singosari

Kembangkan Program Penelitian, Mirip Skripsi di Kampus

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Jika riset pada umumnya dilakukan oleh civitas akademika di perguruan tinggi, maka tidak demikian dengan SMP Islam Almaarif 01 Singosari. Siswa di sekolah ini sudah mulai mendapatkan bimbingan riset atau penelitian sejak mereka di kelas 7.

Namun sesuai dengan jenjang pendidikannya, program ini untuk penelitian sederhana. Siswa dibina untuk dapat membuat laporan penelitian, ala-ala skripsi. Menggunakan skema yang mirip dengan tugas akhir di kampus.

Kepala SMP Islam Almaarif 01 Singosari Evi Mauludiyah S.Pd, M.Pd mengatakan dengan penelitian diharapkan para siswa bisa meningkatkan kecerdasan  dan menguatkan analisanya. Meskipun dengan cara sederhana.

“Ini hanya ada di sekolah kami, baru satu-satunya. Dengan program ini diharapkan para siswa mampu lebih menggali potensinya dalam intelektual,” ujar Evi.

Dia mengatakan, tahun sebelumnya program penelitian hanya untuk siswa kelas 9. Namun pada tahun ini siswa kelas 7 sudah diperkenalkan untuk pembekalan. Harapannya ketika memasuki kelas 9 mereka sudah siap dengan laporan penelitiannya.

Berita Lainnya:  Industri Tour SMK PIM, Kunjungi PT Inez Cosmetics dan P3GI Pasuruan

Evi Mauludiyah juga menjelaskan, dalam melakukan penelitian para siswa ini dibagi menjadi beberapa kelompok setiap kelasnya. Setiap kelas berjumlah 30 siswa, dibagi menjadi 12 kelompok yang berisi 2-3 siswa per kelompok.

Kelompok-kelompok tersebut didampingi oleh dua guru yang berkompeten di bidangnya. Misalnya guru Bahasa Indonesia, bertugas memberikan arahan dalam penyusunan kalimat. Kemudian guru pembimbing lainya yang bertugas untuk melakukan pengujian teori yang sesuai dengan judul penelitian.

Setelah kelompok terbentuk, para siswa ini harus menentukan judul penelitian yang sesuai dengan pilihannya. Ada dua mata pelajaran yang dijadikan acuan untuk pembuatan judul, yaitu IPA dan IPS. Proses selanjutnya adalah pengajuan judul kepada para pembimbing hingga disetujui. Setelah memperoleh persetujuan judul, mereka melakukan seminar proposal dan penelitian layaknya di kampus.

Jika penulisan dianggap siap dan selesai, para siswa mempresentasikan hasil karya ilmiahnya tersebut pada guru penguji. Persis sidang tugas akhir. Mereka diuji langsung oleh para guru penguji termasuk oleh kepala sekolah.

Berita Lainnya:  Rancang Pembelajaran Terbaik, Bentuk Komunitas Belajar

“Alhamdulillah, anak-anak antusias dengan program ini. Selain belajar membuat skripsi, mereka juga belajar tentang bagaimana cara menganalisa suatu mata pelajaran,” ucap Evi Mauludiyah.

Dia mengungkapkan program penelitian menjadi salah satu program unggulan SMP Islam Almaarif 01 Singosari. Selain program-program unggulan lain yang menjadi prioritas di lembaga ini. Diantaranya kelas tanfidz.

Demi kelancaran program tersebut, SMP Islam Almaarif 01  bekerjasama dengan HTQ (Hai’ah Tahfizh Al- Quran) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kerjasama ini sebagai bentuk keseriusan sekolah terhadap siswa yang memiliki bakat dalam menghafal Alquran.

Dalam penerapannya, siswa yang sudah hafal minimal lima juz akan diikutkan ujian di HTQ  UIN Malang. Dari ujian tersebut para siswa akan memperoleh sertifikat tahfidz sebagai bentuk telah mengikuti ujian. Sertifikat tersebut nantinya akan bisa dipergunakan sebagai referensi siswa ketika melanjutkan studinya. “Kami selalu memberikan program – program terbaik untuk siswa. Tujuannya mempermudah mereka untuk jenjang pendidikan selanjutnya,” pungkas Evi. (hud/imm/bua)



BERITA LAINNYA

UMM Dorong Inovasi Insan Muda

Demi Riset, Majukan Kawasan