spot_img
spot_img

Korban Tragedi Kanjuruhan

Kemensos Berikan Pendampingan Keluarga

MALANG POSCO MEDIA, MALANG– Kementerian Sosial (Kemensos) RI tak hanya memberikan santunan kepada orang tua maupun keluarga yang menjadi korban meninggal dunia Tragedi Kanjuruhan Sabtu (1/10). Tapi mereka juga memberikan pendampingan trauma healing kepada para keluarga korban.

Pendampingan trauma healing diberikan bersamaan dengan kedatangan Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk menyerahkan santunan sejak Senin (3/10). “Kami memberikan dukungan psikologis kepada para keluarga korban,” kata analis kebijakan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Dr. Diah Rini Lesmawati, S.Psi.

Ditemui usai memberikan dukungan psikoligis kepada keluarga korban di Kecamatan Gondanglegi, Rini – begitu Diah Rini Lesmawati dipanggil – mengatakan dukungan psikologis ini diberikan untuk menguatkan keluarga korban. Dia menyadari bahwa tidak mudah bagi keluarga kehilangan anggota keluarganya. Terlebih kepergiannya sangat tragis.

Berita Lainnya:  Di Jalan Ijen, Aremania Suguhkan Aksi Teatrikal

Menurut Rini, keluarga yang ditinggal anggota keluarganya akan mengalami trauma. Namun demikian, trauma itu harus dikelola dengan baik, sehingga tidak berlarut-larut. Pendampingan inilah salah satu, untuk membantu para keluarga korban mengatasi trauma tersebut. “Di awal kehilangan, rasa sedih itu pasti, rasa marah juga pasti,” tegasnya.

“Jangan sampai menjadi stress akut. Tidak boleh terjadi. Makanya dibutuhkan pendampingan psikologis seperti ini,” urainya. Dia mengatakan pendampingan psikologis ini salah satu tujuannya untuk mencegah stress akut para keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Saat pendampingan, para keluarga tak sekadar diminta sabar dan tabah.

Berita Lainnya:  Protes Mandeknya Penanganan Hukum, Massa Aremania Blokade Perempatan Exit Tol Singosari

Tapi mereka juga diajak kembali mengingat orang-orang kesayangannya yang sudah pergi. Begitu juga saat dia memberikan dukungan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan di Pendopo Kecamatan Gondanglegi beberapa waktu lalu. Mereka tidak kuat saat menceritakan kebaikan anak, istri ataupun suami yang meninggal akibat kerusuhan yang terjadi malam itu. (ira/mar)



BERITA LAINNYA