spot_img
Thursday, June 20, 2024
spot_img

Kolaborasi Dosen Pengabdian UNMER dan UNITRI; Beri Bantuan Alat dan Pendampingan UMKM

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Kolaborasi tim dosen Universitas Merdeka (Unmer) dan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bersumber dari dana Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi tahun anggaran 2023. Karya inovasi dari pemikiran besar mereka telah memberikan solusi terhadap Usaha mikro kecil menengah (UMKM) Omah Batik “Kinanti” yang ada di Kelurahan Sukun Kota Malang, sebagai mitra dari tim pengabdian ini.

Tim ini terdiri dari tiga dosen. Mereka adalah Bekti Prihatiningsih dari Prodi Teknik Sipil Unmer, Luthfi Indana dari Prodi Sistem Informasi Unmer dan Ayu Chandra Kartika Fitri dari Prodi Teknik Kimia Unitri.

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat, Bekti Prihatiningsih mengatakan sejak berdirinya tahun 2018 lalu, usaha ini tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Belum ada inovasi baik dalam produksi maupun pemasarannya. Dan salah satu kendala yang dialami UMKM Omah Batik Kinanti, adalah proses pembuangan limbah.

“Selama ini mereka membuang limbahnya ke sungai. Memang tidak seberapa berdampak karena jumlah limbah yang sedikit, namun dalam jangka waktu yang panjang akhirnya juga akan berdampak. Apalagi usaha ini suatu saat akan bertambah besar, sehingga limbah yang dihasilkan juga semakin banyak,” katanya, kepada Malang POSCO Media.

Bekti mengatakan, berdasarkan hal tersebut, timnya membuat sebuah terobosan dengan menyumbangkan alat pengolah  limbah. “Solusi yang ditawarkan adalah alat pengolahan limbah dengan mengkombinasikan beberapa metode. Yaitu alat teknologi tepat guna berupa alat pengolahan limbah dengan kombinasi metode yang dilengkapi dengan sensor water level indicator,” terangnya.

Alat ini memiliki sistem kerja dengan empat metode. Pertama metode absorbsi, dengan media serbuk kayu. Kedua lahan metode basah buatan dengan media arang aktif, kerikil, pasir, dan tanaman. Ketiga, fitoremediasi dengan tanaman eceng gondok. Dan metode keempat adalah elektrodegradasi. Berfungsi sebagai filter akhir dengan sistem listrik katoda dan anoda, untuk mengurai limbah sehingga diperoleh air yang jernih.

“Limbah cair yang awalnya terkontaminasi dengan berbagai zat kimia akhirnya menjadi jernih, dan airnya bisa digunakan kembali untuk menyiram tanaman,” terangnya.

Sedangkan dalam hal pemasaran, produk batik ini juga mengalami ketertinggalan. Pembeli masih berasal dari dua kota yaitu Malang dan Surabaya. Omzet tiap bulannya tidak menentu. Pemasukan paling banyak adalah sebesar 3,5 juta dalam satu bulan. “Maka di pengabdian ini, kami juga telah membantu mitra kami dalam membuat merek usaha. Harapannya produk mereka semakin dikenal masyarakat luas,” tambahnya.

Upaya lain untuk mendongkrak pemasaran produk UMKM Omah Batik Sukin, tim pengabdian membantu memaksimalkan penggunaan digital marketing dan pemanfaatan hak merek.

Di sisi lain, kata Bekti, masalah manajemen usaha masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Yang dilakukan tim pengabdian dalam masalah ini adalah meningkatkan kemampuan SDM pelaku usaha melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. “Semoga program pengabdian ini memberikan manfaat untuk kemajuan mitra kami,” harapnya. (adv/imm)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img