Sunday, August 31, 2025

Konflik Internal Biang Kerok Mandeknya Dana Hibah PMI Batu

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU– Tragis! Pelayanan kemanusiaan yang selama ini menjadi garda terdepan di Kota Batu resmi terhenti. Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu di Jalan Kartini Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu sejak awal Agustus 2025 vakum total hingga Senin (4/8) kemarin, karena hibah operasional tak kunjung cair.

Menanggapi hal tersebut, Pemkot Batu melalui Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto angkat bicara. Heli menjelaskan bahwa Pemkot Batu sebenarnya telah menyiapkan dana hibah untuk PMI tahun ini. Namun hibah tak bisa dicarikan karena adanya konflik internal di tubuh organisasi tersebut yang belum kunjung selesai.

“Karena itu (konflik internal), dana hibah belum bisa dicairkan. Kami menunggu pengesahan dari provinsi. Secara teknis, seluruh berkas pengajuan hibah sudah lengkap di Dinas Kesehatan. Namun, proses tidak bisa dilanjutkan lantaran ada penolakan dari beberapa pengurus PMI tingkat kecamatan terhadap hasil Musyawarah Kota (Muskot) sebelumnya,” ujar Heli kepada Malang Posco Media, Senin (4/8) kemarin.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa pengurus melaporkan permasalahan itu ke PMI Provinsi dan ke Pemkot Batu. Laporan itu menyatakan pengurus PMI Kota Batu belum definitif dan meminta Muskot ulang karena menolak hasil sebelumnya. Sehingga status pengurus belum sah secara kelembagaan.

Ia menambahkan bahwa PMI Provinsi Jawa Timur sudah beberapa kali turun tangan untuk memediasi konflik tersebut. Namun, hingga kini belum ada keputusan final yang disepakati semua pihak. “PMI ini organisasi sosial kemanusiaan. Jangan sampai pelayanan kemanusiaan terganggu hanya karena ego sektoral. Kami berharap sekretariat tetap berjalan, jangan larut dalam konflik,” tegasnya.

Atas permasalahan tersebut, Pemkot Batu berharap konflik internal tersebut bisa segera diselesaikan agar layanan kemanusiaan PMI dapat kembali berjalan normal. Ketua DPC Gerindra Kota Batu ini juga menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi sosial seperti PMI dari tarik-menarik kepentingan pribadi.

“Jika berlarut-larut kami khawatir masyarakat Kota Batu yang selama ini mengandalkan layanan kemanusiaan mulai dari donor darah hingga ambulans terhenti  Ini akan menjadi pukulan berat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat dari PMI,” terangnya.

Diketahui bahwa selama ini, PMI Kota Batu menjadi garda terdepan dalam berbagai layanan kemanusiaan, termasuk siaga bencana, pertolongan pertama, hingga evakuasi korban kecelakaan lalu lintas.

Sebelumnya, pengumuman penghentian layanan tampak terpajang jelas di jendela kantor PMI Kota Batu di Jalan Kartini, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu. Dalam selembar kertas yang ditempel di kaca, tertulis pemberitahuan bahwa kegiatan pelayanan PMI Kota Batu dihentikan hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

Kepala Markas PMI Kota Batu, Abdul Muntholib menyebut bahwa selama tujuh bulan terakhir, seluruh aktivitas PMI berjalan tanpa dukungan anggaran dari pemerintah daerah. Bahkan, operasional selama Februari hingga Juli hanya mampu bertahan berkat dana talangan pribadi dari pengurus internal. Dengan operasional per bulan mencapai Rp 7 juta.

“Total dana talangan mencapai sekitar Rp 80 juta. Itu untuk menutupi biaya operasional markas, termasuk ambulans, listrik, telepon, air, Wi-Fi, konsumsi, hingga kebutuhan obat-obatan,” pungkasnya. (eri/udi)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img