spot_img
Friday, March 1, 2024
spot_img

Kumat Melempem

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Singo Edan 90 Menit Tanpa Peluang

MALANG POSCO MEDIA, PAREPARE – Arema FC masih gagal menunjukkan konsistensinya di Kompetisi Liga 1 2022/2023. Permainan anak asuh Eduardo Almeida masih naik turun dari laga satu ke laga berikutnya. Hal ini semakin terlihat di pekan ke-5 ketika bertandang ke markas PSM Makassar di Parepare, Sabtu (20/8) kemarin. Singo Edan kumat alias kambuh lagi bermain melempem. Alih-alih ingin menang, Arema FC tampil kurang greget. Abel Camara dkk pun tumbang dengan skor tipis 0-1.

Modal kemenangan atas Bali United nyatanya tidak cukup untuk membawa Arema FC tampil dalam level atas di lanjutan kompetisi. Permainan menyerang dan kreasi peluang yang terlihat di dua laga sebelumnya, hilang di tangan Tim Juku Eja, kemarin.

Sepanjang 90 menit, tak ada peluang emas diciptakan Arema FC. Dua babak tanpa shot on target, dari percobaan tendangan sebanyak 4 kali. Padahal, sejatinya Alfarizi dkk unggul dalam penguasaan bola.

Hasilnya, Arema FC tak bisa membalas satu-satunya gol PSM yang didapatkan dari titik putih setelah pelanggaran Bagas Adi Nugroho di menit 41. Eksekusi Yuran Fernandes mengecoh penjaga gawang Teguh Amiruddin yang bergerak ke sisi kiri gawangnya. Sementara bola di tendang pelan ke sisi barat atau kanan dari Teguh.

Skor 0-1 bertahan sampai usai. Upaya Arema FC di babak kedua tak membuahkan hasil, termasuk lagi-lagi ketika memaksimalkan lima pergantian pemain dengan memasukkan Ilham Udin Armaiyn, Dedik Setiawan, Evan Dimas Darmono, Hanis Saghara dan Arkhan Fikri, menggantikan Adam Alis Setyano, Rikzy Dwi Febrianto, Gian Zola, Dendi Santoso dan Jayus Hariono.

Arema FC pun kembali gagal menunjukkan konsistensinya. Setelah pekan ke-4 menang, di pekan ke-3 imbang, dan menang di pekan ke-2 serta kalah di awal kompetisi.

Selepas laga, Pelatih Arema FC Eduardo Almeida mengakui, timnya tampil kurang baik di babak pertama. Terlihat nyaris tanpa peluang dan didikte PSM. Berupaya bangkit di babak kedua, namun hasilnya gagal dan tak bisa membalas penalti tuan rumah.

“Kami bermain dengan tidak baik dan terlihat di babak pertama PSM terus menekan. Di babak kedua kami berusaha mengubah (strategi) dan mengejar gol, tapi tidak beruntung mencetak gol balasan,” terang dia.

Menurutnya, upaya ini gagal karena compact defense PSM. Sepanjang laga pun lawan terlihat kompak menahan upaya serangan Arema FC. “Inilah sepak bola. Semoga di laga berikutnya kami bisa memaksimalkan mendapatkan poin penuh,” tandas dia.

Sementara itu Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares memuji permainan timnya. Ia bahkan menyebut anak asuhnya fantastis menggagalkan keinginan Arema FC memboyong poin dalam lawatannya di Parepare. “Malam ini pemain saya bekerja luar biasa di lapangan. Saya suka itu,” katanya.

Ia senang karena bisa menang atas Arema FC untuk kali kedua setelah sebelumnya di Piala Presiden 2022. PSM berhasil menumbangkan tim yang dianggap bermaterikan banyak pemain bagus, didukung pelatih bagus dan suporter yang luar biasa.

“Arema tim kuat, pelatih bagus, suporter saya lihat luar biasa ketika Piala Presiden. Tapi, anak asuh saya main fantastik,” pungkasnya.

Hasil ini membuat Arema FC menutup pekan kelima di posisi 9 dengan tujuh poin. Sedangkan PSM menempel ketat Borneo FC dan kini di posisi 2 klasemen sementara dengan 13 poin. (ley/bua)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img