spot_img
Monday, April 15, 2024
spot_img

Kwarcab Pramuka Kota Malang Gelar Bimtek Pengelolaan LPJ

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban terhadap dana operasional, Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Malang menggelar Bimtek Pengelolaan LPJ yang digelar di kantor Kwarcab Pramuka Kota Malang, Sabtu (24/2). Bimtek yang bersifat wajib ini diikuti oleh seluruh kwartir ranting atau Pramuka di tingkat kelurahan, pusat pendidikan maupun bidang-bidang yang ada di Kwarcab Pramuka Kota Malang.

Ketua Kwarcab Pramuka Kota Malang Heri Sunarko menjelaskan, bimtek yang digelar pada masa awal tahun ini salah satu tujuannya adalah menjaga marwah Kwarcab Pramuka Kota Malang. Dimana selama ini, tiap kali pemeriksaan oleh BPK, tidak pernah ditemukan ada masalah, selalu aman.

“Tujuannya juga menyatukan persepsi dan pemahaman bagaimana cara memberikan dan membuat LPJ yang baik. Tentu saja LPJ itu dibuat dengan perencanaan kegiatan yang baik. Itu ditunjang dengan perencanaan anggaran yang baik,” jelas Heri kepada Malang Posco Media.

Bimtek yang rutin diadakan tiap tahun ini selalu mengundang narasumber yang berkapasitas dalam bidangnya. Seperti dari Inspektorat, BKAD hingga Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) sebagai dinas pengampu, yang juga mengisi bimtek kali ini.

Heri menegaskan, pertanggungjawaban yang baik, erat kaitannya dengan perencanaan kegiatan serta perencanaan anggaran yang baik. Meski anggaran yang didapat selalu ada keterbatasan, namun yang paling utama menurut Heri, langkah efisiensi adalah kuncinya.

“Efisiensi itu pengertiannya luas. Bijak mengelola anggaran, bijak membuat pertanggungjawaban, bijak merencanakan kegiatan,” tegasnya.

Selain bimtek seperti ini, Heri menyebut pihaknya juga rutin memantau ke kwartir ranting untuk evaluasi. Melihat bagaimana kegiatannya, administrasi dan pertanggungjawabannya setiap tiga bulan sekali. Ia pun berharap kepada semua yang mengelola bantuan operasional dari dana hibah ini bisa amanah.

“Jika ada temuan, kami tidak represif. Persuasif saja, kami ingatkan. Jika tidak bisa diingatkan, maka ya sudah anggaran berikutnya kami tunda. Jika tidak melaksanakan amanah ini, anggaran mereka kami pindah ke bidang lain atau kwartir lain yang bisa jalan. Itu sanksinya,” tegas Heri.

Inspektur Kota Malang Mulyono menambahkan, ada dua penekanan darinya yang sepatutnya bisa menjadi dasar untuk membuat rancangan kedepan. Yakni pengetahuan dan pengalaman. Keduanya wajib dimiliki Pramuka di tengah situasi global yang makin kompetitif.

“Maka mulai memikirkan rancangan kedepan mau apa. Apakah dengan uang sedikit impact-nya, manfaatnya, bisa begitu besar? harus dikaji ulang agar uang yang sedikit itu bisa tetap efektif. Uang sedikit kalau berpikirnya bagus, itu akan berimpact besar,” pungkasnya. (ian/jon)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img