Ops SAR Longsor Pacet-Cangar Ditutup
MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Operasi Search and Rescue (Ops SAR) resmi ditutup Sabtu (5/4), setelah berhasil mengevakuasi 10 korban yang meninggal dalam insiden tanah longsor di Cangar, Jumat (4/4) kemarin.
Penutupan ini dilakukan setelah kepastian seluruh korban telah ditemukan dari dua kendaraan minibus dan pikap yang terdampak longsor.
Hal ini diungkapkan oleh Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu Arif Purwanto saat dikonfirmasi Malang Posco Media. Saat dikonfirmasi, ia mengatakan bahwa saat ini fokus dari berbagai elemen khususnya BPBD Jatim, Kota Batu dan Mojokerto adalah pembersihan material jalan.
“Korban dari dua kendaraan sudah berhasil di evakuasi, saat ini Operasi SAR sudah ditutup. Proses pembersihan jalan dari material tanah longsor masih dilakukan rapat koordinasi dan kajian oleh PUPR Provinsi Jawa Timur dan PUPR Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.
Pihak dari Pemkot Batu saat ini sifatnya hanya mendukung proses percepatan penanganan. Pasalnya, di lokasi tersebut, sudah sepenuhnya masuk ke wilayah Kabupaten Mojokerto.
Sebelumnya diketahui, bahwa korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut adalah Masjid Zatmo Setio, Rani Anggraeni, Syahrul Nugroho Rangga Setiawan, Putri Qiana Ramadhani, H. Wahyudi, Hj. Jainah dan Saudah. Mereka berasal dari Kloposepuluh Kecamatan Sukodono Sidoarjo, yang merupakan penumpang kendaraan minibus.
Sementara tiga korban lainnya adalah penumpang kendaraan pikap, yakni Mikaila F.Z., Ahmad Fiki Muzaki, dan Fitria Handayani. Ketiganya berasal dari Urung-Urung Jati Jejer Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto.
“Hingga saat ini, proses pembersihan masih berlangsung. Selain itu untuk jalur tersebut masih ditutup, dan masyarakat diimbau untuk mencari jalur alternatif lainnya. Kami memgimbau ke masyarakat untuk selalu waspada, apabila melintas di jalur rawan longsor. Hindari jalur rawan apabila berkendara saat kondisi hujan deras, atau bisa menunda untuk melakukan perjalanan hingga cuaca membaik,” pungkasnya. (rex/aim)