spot_img
Saturday, July 20, 2024
spot_img

Latihan Rafting, Mahasiswa Unikama Hanyut di Sungai Brantas

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Seorang mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) hanyut terseret derasnya aliran Sungai Brantas, di Desa Curung Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (14/6). Korban yang diketahui bernama Dimas Febriansyah (23) itu, dilaporkan hanyut ketika melakukan aktifitas rafting pada Jumat sore harinya. Setelah dilakukan pencarian, akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal. 

“Iya pencarian sudah selesai, korban ditemukan di DAM yang ada di Dusun Blobo Kecamatan Kepanjen. Ditemukan tadi sekitar jam 16.30 dalam kondisi meninggal,” terang Kapolsek Kepanjen AKP Moh Lutfi kepada Malang Posco Media, Sabtu (15/6). 

- Advertisement -

Lutfi menceritakan, awalnya korban bersama rekannya tersebut melakukan rafting dalam rangka Latihan Ketrampilan Rescue Himpunan Mahasiswa Pencinta Alam (Himpa) Whisnu Citra Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. 

“Saat melakukan rafting itulah, arus sungai meninggi dan membesar yang mengakibatkan korban terseret arus sungai,” tambahnya.

Mengetahui kejadian tersebut, teman-temannya telah berusaha mencoba menolong korban. Namun upaya tersebut tidak berhasil. Akhirnya mereka pun meminta pertolongan kepada warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kepanjen. Pihaknya pun melibatkan tim SAR untuk pencarian tersebut, hingga diketemukannya jasad Dimas pada sore ini tadi.

Terpisah, Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Dr. Sudi Dul Aji, M.Si menyampaikan rasa duka yang mendalam dan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Dimas Febriansyah, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Program Studi Matematika, yang terjadi pada saat mengikuti pelatihan rafting yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Himpunan Pencinta Alam Unikama.

Dimas adalah seorang mahasiswa yang penuh semangat dan dedikasi dalam mengejar ilmu serta aktif dalam berbagai kegiatan di kampus. Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi kami semua, baik di lingkungan akademik maupun di kalangan teman-temannya.

“Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Dimas. Semoga diterima amal ibadahnya dan diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya. 

Atas kejadian ini, pihaknya juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait insiden ini. Keselamatan dan kesejahteraan mahasiswa adalah prioritas utama. 

Pihaknya pun akan memastikan bahwa langkah-langkah preventif yang diperlukan diambil agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Semoga arwah Dimas Febriansyah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari peristiwa yang menyedihkan ini,” tuturnya. (ian/aim)

- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img