spot_img
spot_img
Sunday, April 14, 2024
spot_img
spot_img

Lelah Rekap Suara

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Masalah Bermunculan, Selisih Suara hingga Mati Lampu

MALANG POSCO MEDIA– Rekapitulasi hasil pemungutan suara Pemilu 2024 berlangsung di tingkat kecamatan. Sejumlah masalah bermunculan. Kendati hasilnya masih bersifat sementara, sejumlah calon anggota DPR RI dan DPRD Jatim mulai kelihatan.  

Sejumlah permasalahan yang bermunculan di antaranya selisih suara, salah input suara hingga masalah teknis terjadi saat rekapitulasi di Kota Malang, Minggu (18/2) kemarin.

Seperti rekapitulasi suara yang digelar di Kantor Kecamatan Kedungkandang, ditemukan adanya selisih suara di salah satu TPS. Akibatnya harus hitung ulang  dengan membuka kembali kotak suara.

“Salah satu kejadian di TPS 11 Arjowinangun ini, ada komplain dari saksi partai. Maka kami konfirmasi ke pengawas TPS dan memang ada kesalahan penempatan hasil di sesama caleg di satu partai,” jelas anggota Panwascam Kedungkandang Fendy Khoirul.

Untuk memastikan, pihaknya merekomendasi membuka kotak suara dan melakukan hitung ulang surat suara DPRD Kota Malang. “Ini menyangkut hak dan nasib seseorang yang harus kita kawal bersama,” terangnya.

Menurut Fendy, kejadian seperti ini terjadi di beberapa TPS selama dua hari pelaksanaan rekapitulasi suara. Ada selisih antara jumlah suara di form C salinan dengan yang ada di form C hasil. Meski demikian, setelah dilakukan pengecekan ulang, dengan menghadirkan petugas KPPS dari TPS tersebut, semua hasil suara bisa dikonfirmasi kebenarannya.

Selama dua hari pelaksanaan rekapitulasi suara  masih ditemukan sejumlah permasalahan teknis. Ini dinilai menghambat proses penghitungan suara. Fendy menyebut, di hari pertama rekapitulasi suara, beberapa kali terjadi mati lampu.

“Listrik beberapa kali mati karena dayanya kurang. Akhirnya sempat tertunda hampir 1,5 jam. Kami sudah minta ke camat untuk menaikkan daya. Saat ini sudah dinaikkan. Responnya cepat, tapi harusnya itu sudah diprepare (disiapkan, red) sejak awal,” paparnya.

Selain itu, juga terjadi server down beberapa saat pada sistem Si Rekap.  Mulai pukul 12.30 hingga pukul 13.00 WIB. Rekapitulasi pun sementara waktu dilakukan secara offline dan dilanjutkan ketika Si Rekap sudah bisa diakses.

“Ini menghambat proses rekapitulasi teman-teman PPS dan PPK. Kemarin kami koordinasi dengan PPK tidak diperkenankan untuk offline dulu, jadi tetap Si rekap online. Sempat dipending 30 menit,” tambahnya.

Kendati begitu, pelaksanaan rekapitulasi di Kedungkandang dinilai berjalan relatif lancar meski ditemukan beberapa kali masalah suara. Tidak sampai terjadi pertikaian atau konflik antara saksi dengan penyelenggara rekapitulasi suara. Hal itu juga dibenarkan  PPK Kedungkandang.

Hingga hari kedua pelaksanaan rekapitulasi kemarin, rata rata sudah ada sekitar 13 sampai 15 TPS tiap kelurahan se Kecamatan Kedungkandang yang telah dilakukan rekapitulasi.

Faktor kelelahan pun mulai menyergap petugas rekapitulasi.  Apalagi jam kerja mereka 12 jam per hari. Mulai dari pukul 08.00 WIB sampai 20.00 WIB.

“Ya mungkin keluhan faktor fisik, capek. Memang harus ekstra menjaga kesehatan sehubungan dengan waktu istirahat yang berkurang. Kalau akomodasi, makan atau konsumsi sangat aman. Petugas KPPS juga tentu banyak yang mengalami kelelahan, apalagi seperti saat rekapitulasi ini, mereka harus siaga, jika diperlukan seperti membuka kotak suara seperti tadi, KPPS kan supaya datang,” sebut Gusti Kaharudin, anggota PPK Kedungkandang. 

Di Kecamatan lain pun hampir sama. Khusus untuk di Kecamatan Lowokwaru,  ada sejumlah TPS yang berpotensi pemungutan suara ulang (PSU) seperti yang telah diberitakan sebelumnya. Saat ini permasalahan itu telah diteruskan ke Bawaslu Kota Malang untuk segera dilakukan proses kajian.

“Kejadian lain yang menonjol tidak ada. Sehingga secara umum pelaksanaan pemilu berjalan relatif lancar,” terang Camat Lowokwaru Rudi Cahyono.

Sementara itu, berdasarkan hasil rekapitulasi suara secara real count yang dipublikasikan melalui laman pemilu2024.kpu.go.id, diketahui sejumlah partai politik yang memimpin perolehan suara di  Kota Malang. Berdasarkan data 989 TPS dari 2.452 TPS di Kota Malang per 17 Februari, PDI Perjuangan masih unggul dengan meraih 11.323 suara. Lalu disusul PKB dengan 10.335 suara, PKS mendapat 8.984 suara dan Gerindra meraup 8.214 suara.

Berdasarkan data yang dihimpun dan diolah Malang Posco Media, sejumlah caleg   berpotensi lolos ke gedung dewan mulai tampak. Misalnya di Dapil Kota Malang 1 atau Dapil Klojen,  caleg petahana Rimzah SIP dari Gerindra meraih 6.396 suara, H Bayu Reksao Aji SH juga petahana asal  PKS meraih  3.778 suara, Kartika, caleg pendatang baru dari Golkar mendapat  2.913 suara dan Arief  Wahyudi, petahana dari PKB  mendapat 2.386 suara. Sementara itu, caleg pendatang baru dari PDI Perjuangan Sony Rudiwiyanto meraup  2.745 suara pemilih.

Di Dapil Blimbing atau dapil Kota Malang 2, Eddy Widjanarko dari Golkar,  Harvard Kurniawan dari PDI Perjuangan, Danny Agung asal Gerindra diproyeksi meraih kursi. Selain itu ada juga H Abdurrochman SH dan Hartatik dari PKB serta H Asmualik dari PKS. Eko Herdiyanto dan Wiwik Sukesi juga meraih suara bagus diprediksi berpeluang kembali jadi anggota dewan.

Sedangkan di dapil Kota Malang 3 atau Kedungkandang, terdapat sejumlah nama yang berpotensi lolos. Di antaranya Amithya Ratnanggani Sirraduhita SS dari PDI Perjuangan, Agoes Marhaenta dan Luluk Zuhriyah  juga asal PDI Perjuangan berpeluang kembali ke dewan.

Sedangkan dari PKB terdapat Abd Wahid dan Ike Kisnawati.

Di Sukun muncul Anas Muttaqin. Sampai kemarin sore, caleg asal PKB ini disebut-sebut bakal memecahkan rekor lantaran suaranya berkisar sekitar 6.000 sampai 7.000. Lalu ada juga nama petahana. Yakni Hj Lea Madaharina ST MT dari PDI Perjuangan dan H Wanedi. Achmad Zakaria, caleg PDI Perjuangan dari Sukun juga diproyeksi berpotensi terpilih karena memperoleh sekitar 4.000-an suara.  

Sementara di dapil Kota Malang 5 atau Lowokwaru, Ahan Syahrul Arifin dan  Lelly Thresiyawati meraih suara yang terbilang banyak. Ada juga Trio Agus Purwono dari PKS. Selain itu Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika SE MM dan Anastasia Ida dari PDI Perjuangan.

“Rekapitulasi ini masih terus berjalan di tingkat kecamatan. Maksimal paling lambat itu tanggal 2 Maret rekapitulasi di tingkat kecamatan,” jelas Ketua KPU Kota Malang Aminah Asminingtyas.

Sementara untuk Kota Batu, Mengacu dari perhitungan data yang masuk di pemilu2024.kpu.go.id hingga pukul 19.30 WIB Sabtu (17/2) kemarin progres suara yang masuk mencapai 63,34 persen atau 387 TPS dari 611 TPS yang ada.

Tiga suara tertinggi pertama PDI Perjuangan  dengan peroleha 11.223 suara atau 16,78 persen, PKB dengan perolehan suara 10.718 atau 16,2 persen, ketiga oleh Gerindra meraih 8.757 suara atau 13,9 persen. Sisanya masih diperebutkan antara PKS, Golkar, Nasdem dan Demokrat.

Ketua KPU Kota Batu, Heru Joko Purwanto mengatakan hingga Minggu (18/2) kemarin proses pleno rekapitulasi Pemilu 2024 terus berjalan di tiga kecamatan. Dengan rata-rata telah berjalan rekapitulasi 4-5 desa/kelurahan di tiap kecamatan.

“Untuk rekapitulasi tingkat kecamatan masih berjalan. Hari ini (kemarin)  untuk Kecamatan Junrejo sudah empat desa/kelurahan, Kecamatan Batu empat  desa/kelurahan dan Kecamatan Bumiaji lima desa/kelurahan,” jelas  Heru kepada Malang Posco Media.

Pihaknya menargetkan, rekapitulasi tingkat kecamatan selesai 20 Februari. Namun demikian  dimungkinkan bisa molor dari target tersebut karena masih ada beberapa desa/kelurahan yang belum dilakukan rekapitulasi.

Di PPK Kecamatan Bumiaji terpantau ada tiga panel terdiri dari panel A, B, dan C. Lokasi rekapitulasi suara dilaksanakan di Balai Desa Punten. Sementara itu di PPK Kecamatan Batu melaksanakan rekapitulasi suara di Kantor Camat Batu.

Anggota PPK Kecamatan Batu Divisi sosialisasi, pendidikan pemilih, partispasi masyarakat, dan SDM,  Muhammad Sugiono Bin Taher membeberkan bila rekapitulasi perolehan suara sudah terselesaikan di setiap TPS yang ada di Desa Sidomulyo hingga kemarin sore.

Sedangkan, TPS di desa dan kelurahan lainnya masih diproses di empat panel yang sudah tersedia. “Rekapitulasi suara yang sudah selesai rekapitulasi dari Desa Sidomulyo,” kata pria yang memimpin panel 1 ini.

Namun, sambung Moham,  sapaan akrabnya, para saksi kerap kali meminta pembacaan seperti, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) untuk dibacakan secara detail dan jelas. “Contohnya, saksi meminta untuk dibacakan berapa jumlah DPT laki-laki dan disabilitas. Ini harus dijelaskan. Makanya agak lama,” sambung pria usia 41 tahun ini.

Petugas rekapitulasi suara terkendala aplikasi Si Rekap yang sempat  down karena diakses luas di  seluruh Indonesia. Kendati demikian, disebut Moham tidak berpengaruh pada proses rekapitulasi perolehan suara.

Ia menambahkan bila petugas dalam kondisi sehat sejauh ini. Proses rekapitulasi suara dilakukan dari pukul 09:00 WIB hingga pukul 22:00. “Berlangsungnya rekapitulasi suara ini tergantung dari kesepakatan forum. Kami sebagai penyelenggara selalu siap,” tandas Moham.

Sementara itu rekapitulasi Pemilu 2024 khususnya untuk legislatif di Kabupaten Malang berlangsung dimulai kemarin dan hari ini. Empat kecamatan yang dilakukan rekapitulasi pada Minggu (18/2) kemarin, yakni Dampit, Kasembon, Pakis, dan Tirtoyudo. Yang lainnya dilakukan Senin (19/2) hari ini. Beberapa nama calon legislatif (caleg) tampak mulai mendominasi perolehan suara dari masing-masing dapil.

Berdasarkan pantauan di pemilu2024.kpu.go.id baru 49,7 persen suara dari dapil terhimpun hingga Minggu malam. Untuk sementara, perebutan kursi DPRD Kabupaten Malang, PDI Perjuangan unggul di perhitungan ini dengan 134.336 suara atau 23,7 persen dari total suara yang masuk. Tertinggi kedua PKB yang meraih 103.904 suara atau 18 persen. Sedangkan ketiga Partai Gerindra mendapat  97.413 suara atau 17,18 persen.

Dari kecamatan Gondanglegi yang merupakan dapil 1, PDI Perjuangan masih unggul. Disusul Gerindra dan PPP. Di Kecamatan Dampit juga serupa, PDI Perjuangan tertinggi diikuti Gerindra dan PKB. PKB menjadi yang tertinggi di Bantur yang merupakan Dapil 3, dibawahnya ada PDI Perjuangan dan Nasdem. Lalu kecamatan Pakisaji PDI Perjuangan unggul diikuti PKB dan Gerindra.

Di dapil 5 kecamatan Kasembon, PKB yang mendominasi dengan mengungguli PDI Perjuangan dan Gerindra. Sedang kecamatan Pakis dapil 6 PDI Perjuangan diikuti PKB dan Golkar di posisi puncak. Sementara itu hasil bervariasi didapati Kecamatan Tajinan dapil 7 yang memuncaki perolehan suara ada partai Nasdem, disusul PKB dan PDI Perjuangan.

Jika dilihat berdasarkan perolehan suara sementara para caleg di masing-masing dapil, beberapa nama tampak meraih suara tinggi. Baik wajah baru maupun incumbent (petahana).

Nama M. Havidz dari PDI Perjuangan muncul di puncak perolehan suara Dapil 1 dengan 16 ribu lebih. Kedua ada nama M. Risqi I. dari Gerindra dengan 14 ribu suara, lalu Ahmad Daniyal PPP dengan 5.600 lebih suara.

Dapil 2 menunjukkan nama Venny Ayu Soraya dari PDI Perjuangan  13.000 lebih suara, dan Rodhiyah Ahla dari Golkar 8.100 suara, lalu Kuncoro dari PKB dengan 6.900 lebih.

Di Dapil 3, nama H. Kholiq dari PKB tertinggi dengan 5.300 lebih suara dipepet Sudarman dari Golkar nyaris setara 5.300 suara. Di Dapil 4 kader Gerindra Alayk Mubarrok tertinggi sementara dengan 6 300 lebih suara, disusul kader Hanura Sutrisno 4.392 suara, dan kader PKB Abdul Rokhim 4.100 lebih suara.

Dapil 5 menunjukkan Susiyono dari PKB teratas dengan 5.100 lebih suara, lalu Feri Andi dari Gerindra dengan 4.308 suara disusul Choirul Ummah dari PKB dengan 3.400 lebih suara. Kemudian, Dapil 7 ada Sudjono 4.054 suara dari Partai Golkar, dibawahnya  Zia Ulhaq dari Gerindra dengan 3.056 suara. Lalu Redam Guruh Krismantara dari PDI Perjuangan  2.357 suara. Terakhir di Dapil 7 nama Ali Murtadlo dari PKB di puncak dengan 7.107 suara. Disusul Amarta Faza selaku petahana partai Nasdem dengan 4.700 lebih suara, dipepet kader PDI Perjuangan Darmadi yang juga Ketua DPRD Kabupaten Malang mendapat  4.600 lebih suara.

Menurut informasi proses rekapitulasi akan dimasifkan hari ini. Menurut pihak KPU, bakal dimaksimalkan hingga rampung.  

Sementara itu meski untuk versi quick count  sudah selesai sejak beberapa hari lalu, yang dituntaskan adalah perhitungan pemilihan presiden dan wakil presiden.

Sementara untuk perhitungan pemilihan calon anggota legislatif dari berbagai tingkatan, terus berlangsung di seluruh versi perhitungan.

Baik perhitungan real count KPU lewat laman pemilu2024.kpu.go.id., ataupun perhitungan berjenjang secara manual. Termasuk juga perhitungan di internal masing-masing partai politik peserta Pemilu 2024.

Khusus PDI Perjuangan di Malang Raya, yang termasuk dalam Dapil Jatim V, juga hampir menyelesaikan perhitungan perolehan suara di internal partai.

Hasilnya diprediksi Ahmad Basarah, caleg dengan nomor urut 1, bakal menduduki kursi pertama caleg DPR RI dari wilayah pemilihan Jawa Timur V.

Sumber Malang Posco Media di internal PDI Perjuangan di Malang Raya, menyebutkan, perolehan suara Wakil Ketua MPR RI ini, sudah mencapai sekitar 96 ribu suara.

Jumlah itu bakal mendekati perolehan suara yang didapatkan pada Pemilu 2019 lalu. Saat itu, Ahmad Basarah berhasil mengumpulkan 104.914 suara.

“Benar. Suara AB (Ahmad Basarah, Red.) di penghitungan internal PDI Perjuangan, sudah menyentuh angka itu (96 ribu, Red.). Dan masih berpeluang akan bertambah. Karena ini masih ada beberapa TPS yang belum terekapitulasi, Minggu (18/2).

Tidak hanya suara Ahmad Basarah, yang berpeluang bakal menyamai perolehan Pemilu 2019. Di tingkatan partai, sangat dimungkinkan PDI Perjuangan akan meraup suara terbanyak di Dapil Jawa Timur V alias di Malang Raya.

“Itu data dari perhitungan internal partai. Bukannya tidak percaya dengan hasil quick count, real count atau model lainnya. Tapi kami sejak awal, sudah punya perhitungan internal. Karena setiap TPS yang ada di Malang Raya, selalu ada saksi dari PDI Perjuangan,” tandas sumber tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, membenarkan perolehan suara Ahmad Basarah, diprediksi bakal mengantarkannya meraih kursi pertama DPR RI dari Dapil Jatim V.

“Di tengah gempuran kecurangan di Pemilu 2024 ini, kami tetap optimis untuk PDI Perjuangan, akan bisa mempertahankan posisi sebagai partai pemenang Pemilu,” jelasnya.

“Termasuk di Dapil Jawa Timur V ini, kami tetap optimis bakal mengirimkan wakil-wakil kami ke DPR RI, minimal sama seperti Pemilu 2019 lalu,” sambungnya.

Sebagai informasi, pada Pemilu 2019 lalu, dari Dapil Jawa Timur V berhasil mendudukkan tiga wakilnya. Yakni Ahmad Basarah, Krisdayanti dan Andreas Eddy Susetyo.

Melihat perkembangan perhitungan di internal partai, Ketua DPRD Kota Malang ini juga yakin, ketiga nama tersebut bakal kembali ke Senayan.

‘Terutama AB, yang angka survei di internal partai sudah sangat tinggi. Tidak menutup kemungkinan, bakal mendekati sama dengan perolehan suara di Pemilu 2019,” sebutnya.

Hanya saja, Made mewanti-wanti kepada seluruh kader dan simpatisan PDI Perjuangan, untuk bersama-sama menjaga setiap suara yang didapatkan.  
Direktur Center for Election and Political Party, Prof. Dr. Asep Nurjaman, M.Si  menegaskan, pada Pemilu 2024 ini, tetap akan dikuasai  dua kekuatan besar. Yakni dari afiliansi partai nasionalis yang diwakili oleh PDI Perjuangan dan partai Islam lewat PKB. (ian/tyo/den/eri/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img