spot_img
Friday, March 1, 2024
spot_img

Libatkan Seluruh Stakeholders, OJK Luncurkan Peta Jalan Pengembangan Perusahaan Modal Ventura

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Malang Posco Media – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Peta Jalan (Roadmap) Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Modal Ventura tahun 2024-2028. Hal ini bertujuan untuk mendorong kontribusi industri modal ventura terhadap perkembangan ekonomi nasional, terutama dalam pembiayaan perusahaan rintisan dan pengembangan UMKM.

“Roadmap ini menggambarkan upaya yang akan dilakukan OJK bersama dengan industri secara keseluruhan dalam periode 2024-2028 untuk mewujudkan visi bersama, yaitu terwujudnya industri modal ventura yang sehat, berintegritas, dan berorientasi pada pembiayaan perusahaan rintisan untuk mendukung pengembangan UMKM dan perlindungan konsumen, serta berkontribusi besar untuk pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman di Jakarta, Selasa (23/1).

Peta jalan ini ditopang oleh empat pilar, yaitu pilar tata kelola dan kelembagaan, pilar edukasi dan literasi konsumen, pilar pengembangan elemen ekosistem, dan pilar pengaturan pengawasan dan perizinan. Kemudian, ada tiga fase yang dilalui sebagaimana tercatat dalam peta jalan tersebut. Fase pertama ialah penguatan pondasi dan konsolidasi pada tahun 2024-2025, lalu fase menciptakan momentum pada periode 2026-2027, serta fase penyesuaian dan pertumbuhan ketika memasuki tahun 2028.

Sejumlah strategi yang akan ditempuh ialah penguatan permodalan, tata kelola, penyelenggaraan risiko dan Sumber Daya Manusia (SDM). Kedua yaitu penguatan peraturan perizinan dan pengawasan, lalu penguatan edukasi dan literasi konsumen, penguatan ekosistem perusahaan ventura, serta pengembangan infrastruktur data dan sistem informasi.

“Setiap strategi ini memiliki program kerja masing-masing sebagai action plan konkret yang dievaluasi setiap waktu untuk diimplementasikan oleh stakeholders terkait. Kita juga tahu bahwa roadmap ini kita persiapkan sebagai living dokumen, sehingga berusaha adaptif dan dinamis sesuai dengan dinamika dari perkembangan ekonomi dan juga industri modal ventura ke depan,” ucap Agusman.

Keberhasilan dalam mengejar visi peta jalan tersebut hanya dapat dicapai dengan dorongan dan dukungan komitmen, serta kesungguhan dari seluruh pemangku kepentingan di industri modal ventura.

“Kami mengimbau asosiasi, industri, dan seluruh pemangku kepentingan untuk turut serta dalam mengawal dan menyukseskan implementasi roadmap ini,” ungkap dia.

Kondisi ekonomi global dan domestik memberikan dampak terhadap penyaluran pembiayaan, termasuk di perusahaan modal ventura. Per November 2023, tercatat ada kontraksi pembiayaan di perusahaan modal ventura sebesar 2,61 persen, tetapi nominal yang dicapai masih tinggi, yakni Rp17,39 triliun.

Pencapaian pembiayaan di perusahaan modal ventura pada saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan lima tahun yang lalu. Pada 2018, penyaluran di perusahaan modal ventura baru mencapai lebih dari Rp8 triliun, lalu melonjak 200 persen hingga menyentuh angka di atas Rp18 triliun pada 2022.

Penyaluran modal ventura telah diberikan kepada 2,28 juta pasangan perusahaan, di mana 1,71 juta di antaranya berlokasi di Pulau Jawa dan 573 ribu di luar Pulau Jawa, yang berarti masih terbuka peluang cukup besar untuk perusahaan modal ventura di Pulau selain Jawa. Selain itu, 98 persen dari pasangan perusahaan tersebut adalah debitur pembiayaan.

Penerbitan Undang-Undang (UU) tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan Nomor 4 Tahun 2023 membuat industri modal ventura sudah memiliki landasan hukum yang kuat bagi penyelenggaraan kegiatan usaha.

“Oleh karena itulah, OJK memandang perlu, harus ada suatu roadmap yang akan memperjelas arah pengembangan dan kekuatan ke depan dari industri modal ventura itu. OJK melibatkan berbagai stakeholders, baik internal maupun eksternal dalam melakukan penyusunan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Modal Ventura 2024-2028,” ujar Agusman. (ntr/nug)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img