spot_img
Thursday, June 20, 2024
spot_img

Maksimalkan Program Prioritas

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA- Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengaku optimis dapat menjalankan program kerja prioritas di 2024 mendatang dengan maksimal. Meskipun proyeksi Pendapatan Daerah, khususnya pada PAD (Pendapatan Asli Daerah) menurun proyeksinya dari rancangan awal.

Diketahui, setelah pembahasan KUA PPAS APBD, target PAD Kota Malang di 2024 berkurang sebesar Rp 412,6 miliar. Menjadi Rp 813 miliar. Pada rancangan awal target PAD berada di angka Rp 1,22 triliun.  Hal ini diakui Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, penurunan target PAD dikarenakan beberapa hal.

“Salah satunya ada kebijakan-kebijakan regulasi dari pusat tentang kebijakan keuangan daerah. Beberapa hal di dalamnya mempengaruhi pendapatan. Tapi kami di Timgar dan Banggar sama-sama sepakat untuk tetap memprioritaskan beberapa hal,” tegas Wahyu.

Beberapa aspek pembangunan tetap diprioritaskan seperti penyelanggaraan jalan dan peningkatan drainase. Kemudian juga alokasi anggaran di tahun politik, program pengendalian inflasi dan sebagainya masih menjadi prioritas. Tidak hanya itu, Wahyu menegaskan akan tetap memperhatikan berbagai permasalahan yang harus dituntaskan. Seperti revitalisasi pasar, kemacetan hingga banjir.

“Juga tahun 2024 ada penyelenggaraan pesta demokrasi. Fokus pada penyelenggaraan agar berjalan dengan baik,” tegasnya.

RAPAT PARIPURNA: Para anggota DPRD Kota Malang mengikuti rapat paripurna persetujuan KUA PPAS APBD Kota Malang 2024 beberapa waktu lalu.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riadiana Kartika menyampaikan rincian target PAD di 2024 memang didominasi pengurangan target di sektor Pajak Daerah. Yang berkurang Rp 400 miliar dari proyeksi awal.

“Pajak Daerah dalam laporan banggar targetnya jadi Rp 650 miliar. Dari target awal dulu sebesar Rp 1 triliun,” jelas Made.

Meski begitu Retribusi Daerah target pendapatannya dinaikan sebesar Rp 8,1 miliar. Menjadi Rp 56,1 miliar. Untuk sektor Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan ditarget Rp 30,8 miliar. Sementara Lain-Lain PAD yang sah ditarget Rp 76,7 miliar.

Made mengakui adanya penurunan target PAD di 2024 dikarenakan kebijakan keuangan pusat. Meski begitu ia menegaskan lebih baik menetapkan angka realistis daripada menargetkan tinggi tetapi tidak tercapai. (ica/aim)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img