MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Pemerintah pusat baru saja bertemu dengan pihak Kerajaan Arab Saudi terkait penambahan kuota jemaah haji. Dari pertemuan itu, muncul sinyal adanya pertambahan kuota haji tahun ini untuk negara prioritas seperti Indonesia.
Munculnya sinyal ini tentu menjadi harapan kuota jemaah haji dari tiap daerah bisa bertambah. Termasuk di Malang Raya. Namun demikian hingga kemarin, Kota Malang juga masih menunggu informasi lebih lanjut dari pusat terkait kepastian penambahan kuota itu. Begitu juga di Kota Batu dan Kabupaten Malang.
“(Penambahan kuota) saat ini belum ada update, saya juga sedang di Surabaya untuk pelatihan (petugas haji),” jelas Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Malang Mukhlis saat dikonfirmasi Malang Posco Media, Senin (13/3) kemarin.
Sebelumnya, Mukhlis telah menyampaikan prakiraan awal jemaah haji Kota Malang tahun ini mencapai 1.033 jemaah. Rinciannya, yang sudah lunas tunda tahun 2020 ada 404 jemaah. Kemudian yang urut porsi pelunasan ada 588 jemaah dan prioritas lansia sebanyak 41 jemaah.
Dikatakan Mukhlis, penambahan kuota jemaah haji ini memang menjadi kabar baik. Sejak awal Mukhlis sendiri sudah menyampaikan, pascapandemi seperti ini, menjadi harapan bagi calon jemaah haji utamanya yang berusia lanjut (lansia).
Sebab yang berangkat haji selama ini juga memang cukup banyak lansia. Meski hingga saat ini belum dipastikan berapa jumlah kuota haji yang bisa berangkat, ia berharap seluruh calon jemaah haji bisa menjaga kesehatan tubuhnya. “Yang terpenting tetap menjaga kesehatan, kemudian mencari ilmu tentang haji dan manasik,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Batu Rahmatulloh, S.Sos, M.M mengatakan hingga saat ini kuota CJH tahun 2023 belum dirilis. Meskipun untuk kuota nasional dan biaya haji tahun ini telah diumumkan.
“Sampai saat ini kami belum dapat jumlah kuota resmi CJH Kota Batu dari Kemenag Jatim. Ini kemungkinan masih akan bertambah karena dari kebijakan yang baru dari Pemerintah Arab Saudi menambah kuota,” ujar Rahmat kepada Malang Posco Media, Senin (13/3) kemarin.
Sebelumnya ada 169 CJH yang sudah antre untuk berangkat sejak tahun 2020. Namun akibat situasi dan kondisi pendemi pelaksanaan haji harus tertunda dan berangkat pada tahun 2022. Namun dari total 169 CJH yang siap diberangkatkan pada tahun 2022 sebanyak 100 CJH.
“Sehingga tersisa 69 CJH. Dari total tersebut kami masih akan melihat kembali apakah sudah melakukan pelunasan atau belum. Kalau sudah lunas melihat informasi sementara maka bisa dipastikan para CJH tidak perlu menambah biaya lagi,” pungkasnya.
Kantor Kemenag Kabupaten Malang hingga kemarin belum tahu kuota haji Kabupaten Malang. Itu karena belum ada surat atau regulasi terkait kuota haji untuk daerah Jawa Timur yang diterbitkan. “Yang saya tahu baru kuota Jawa Timur saja yaitu 35.152. Sedangkan daerah sampai hari ini belum ada,’’ kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang Abdul Salam.
Lantaran belum ada kepastian tersebut, Salam pun mengaku tidak mau berspekulasi. Artinya dia menunggu surat, baik dari Dirjen PHU Kementerian Agama maupun dari Kantor Wilayah Jawa Timur. “Ya menunggu. Karena belum ada surat resminya,’’ urainya.
Termasuk saat ditanya terkait dengan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji, Salam mengaku masih belum tahu. Hanya saja, dari aturan yang sebelumnya, bahwa Calon Jamaah Haji (CJH) lunas tunda tahun 2020 tidak akan membayar tambahan biaya.
Dia menyebutkan di Kabupaten Malang tahun 2020 lalu ada sekitar 1.600 CJH Bipih. Namun demikian, karena ada Covid-19 tahun itu tidak ada CJH yang berangkat. Begitu juga dengan tahun 2021. Haji kembali dibuka tahun 2022 lalu. Dari Kabupaten Malang memberangkatkan 778 orang. “Kurang lebih 822 CJH yang sudah melunasi Bipih. Mereka mendapatkan hak berangkat tahun ini. Dari aturan yang ada mereka tidak dikenakan biaya tambahan saat berangkat,’’ katanya.
Sementara untuk CJH lunas tunda tahun 2022 dikatakan Salam akan dikenakan tambahan biaya Rp 9,4 juta. Sedangkan untuk jemaah haji murni tahun 2023 akan membayar tambahan biaya Rp 23,5 juta. “Ini yang harus dipahami. CJH Murni tahun ini saja yang harus menambah biaya, sesuai kekurangan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih),’’ tambah Salam.
Lalu kapan para CJH murni tersebut dapat melunasi Bipih? Salam mengatakan masih menunggu Peraturan Dirjen PHU. Dimana dalam aturan tersebut akan memuat teknis pelunasan, termasuk kuota CJH.(ian/eri/ira/lim)