spot_img
Saturday, June 22, 2024
spot_img

Manajemen Baik Kunci Sukses Bisnis

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Membangun bisnis tentu perlu banyak persiapan yang harus dilakukan. Salah satunya manajemen yang baik sejak awal membangun bisnis, bisa menjadi kunci suatu bisnis bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama.

Itulah yang ditekankan oleh Srie Dewi Wirautami, owner dari Zama Homewear salah satu brand asal Kota Malang itu memulai bisnis dengan manajemen yang baik. Menurutnya ketika membangun bisnis penataan semuanya harus dimulai terlebih dahulu.

“Berbisnis tidak hanya tentang produk, mulai dari hal yang paling dasar memulai bisnis harus dengan manajemen yang baik. Bahkan sampai ke financial report didesain dengan sempurna. Inilah yang bisa membuat bisnis bertahan. Karena semua sudah tertata dengan baik,” terangnya.

Ia memulai usaha bermula dari pembicaraan di meja makan bersama dengan anak-anaknya. Tidak ada yang besar berangkat dari yang besar. Itulah yang diucapkan oleh perempuan yang akrab disapa dengan sebutan Dewi tersebut.

“Dulu mulai berbisnis di tahun 2017, dimulai dengan meeting kecil bersama dengan anak-anak. Kebetulan anak sulung saya kala itu sudah mulai membangun bisnis sebagai digital creator. Berawal dari obrolan bisnis di meja makan, hingga bisa membangun usaha ini. Karena seringkali perusahaan besar berawal dari warung jalanan, dari garasi dan lainnya,” jelasnya.

Pandai melihat peluang juga turut menjadi bagian penting dalam berbisnis. Memiliki ‘ciri khas’ menjadi hal yang tak bisa dilupakan. Meskipun sudah banyak produk sejenis, namun value yang diangkat juga harus nampak.

“Sehingga dapat terlihat, orang tahu perbedaan antara produk yang kita buat dengan yang banyak di pasaran. Inovasi dan kreativitas terus berjalan disini, menciptakan produk-produk yang memiliki ciri tersendiri dan berbeda dengan yang lain,” imbuhnya.

Ia memulai bisnis bukan dari toko offline, melainkan memanfaatkan kemajuan digital yang terus berkembang, salah satunya yakni platform instagram. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi tersebut, brand yang dibangunnya dapat menjangkau banyak konsumen yang lebih luas.

“Saya memulai bisnis dengan digital, menggunakan platform Instagram. Mulai dari upload produk, feed dengan sasaran customer online. Amunisi utama kami adalah konten, berupa foto dan video produk,” ungkapnya.

Ia pun menyarankan bagi yang baru saja membuka bisnis, jangan pernah melakukan buzzer promo di saat awal-awal merintis usaha. Penetrasi terhadap pasar harus dilakukan secara organik.

“Bisa melalui penawaran kepada saudara terdekat, teman-teman bahkan ke tetangga. Dari mereka maka akan muncul validasi-validasi jika memang produk kita memiliki value. Baru dari sana mencoba untuk menggunakan sponsor. Yang terpenting peningkatannya organik,” paparnya.

Sebagai seorang founder atau owner, harus memiliki pemahaman yang luas terhadap usaha yang dirintisnya, termasuk dari hulu sampai dengan hilir. Hal itu menjadi kunci kesuksesan dalam berbisnis. Selain itu, melihat sasaran pasar juga perlu dilakukan.

“Tidak hanya sekadar bangun bisnis. Tapi juga paham sasaran dari produk yang kita buat ini arahnya kemana, apakah mereka yang lebih mengedepankan kualitas atau kuantitas,” ucapnya.

Selain sebagai pengusaha, ia saat ini juga menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun hal itu tidak menghalanginya untuk beraktivitas diluar, termasuk aktif di Non-Government Organization (NGO) yang berperan dalam pemberdayaan perempuan.

“Saya ingin perempuan-perempuan Indonesia bisa berdaya. Tentu mimpi besar bisa mewujudkan itu. Mungkin jika sekarang masih seratus, kedepannya bisa mencapai 500 perempuan yang bisa diberdayakan dan mampu untuk bersaing di dunia kerja,” tandasnya. (adm/aim)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img