spot_img
Monday, July 22, 2024
spot_img

Manajemen Waktu, Kunci Sukses Direktur Wajak Husada

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA – Memulai karir sebagai dokter jaga IGD dan dokter mandiri setelah lulus kuliah di tahun 2010. Kini dr. Hj. Fitriya Fajar Wati, M.Kes berhasil membuktikan diri sebagai seorang direktur perempuan di  RSU Wajak Husada Kabupaten Malang.

Di samping kesibukannya sebagai seorang wanita karir, ia tak pernah lepas dari tugas seorang ibu untuk ketiga buah hatinya yakni Sayyaf Azzam, Fathiya Mumtaz dan Muthiya Mumtazah. Tugas sebagai istri dari seorang yang sukses dalam dunia bisnis  H. Puguh Wiji Pamungkas, MM juga dijalankan sebaik-baiknya.

- Advertisement -

Kepada Malang Posco Media, dr. Fitriya sapaan akrabnya mengungkapkan karirnya sebagai seorang Direktur RSU Wajak Husada tak lepas dari peran orang-orang penting di belakangnya, termasuk suami dan juga keluarga.

“Sampai di posisi direktur di RSU Wajak Husada banyak yang sudah dilalui. Mulai dari praktik mandiri, sebelumnya juga membuka toko obat, sampai sekarang bisa menjadi direktur ini, semua ada peran banyak orang yang selalu mendukung saya,” ujarnya.

Di samping kesibukannya sebagai seorang wanita karir yang kerap aktif di beberapa organisasi, dr. Fitriya tidak pernah melupakan tugasnya sebagai seorang istri dan ibu untuk buah hatinya. Tugas mulia tersebut terus ia lakukan. Kuncinya  manajemen waktu yang baik.

“Bagaimana menyeimbangkan peran, itu menjadi tantangan bagi saya. Selain bekerja, menjadi seorang dokter sekaligus menjalankan peran sebagai seorang pemimpin, saya tidak akan pernah melupakan tugas saya sebagai seorang istri dan ibu dalam mendidik dan membersamai perkembangan anak-anak saya,” jelasnya.

Menurut dia seorang perempuan yang berkarir di luar rumah tidak bisa berdiri sendiri. Perlu adanya support yang senantiasa memberikan dukungan di lingkungan terkecilnya. Ia percaya setiap perempuan yang sukses berkarir di luar rumah, terdapat sosok laki-laki yang menjadi support terbaik.

“Kalau bahasa saya senang bilangnya sharing leadership ya. Jadi bagaimana ketika anak harus belajar dengan rajin, anak harus mendapatkan nutrisi dengan baik. Tapi tidak harus saya yang menemani belajar atau menyuapi anak. Jadi ada proses managerial leadership, bahwa perempuan harus mampu mengelola hal-hal tersebut,” imbuhnya.

Berbagai tantangan yang dialami sebagai seorang yang bekerja di luar sekaligus menjalankan peran dan tugas utamanya dalam keluarga dapat terselesaikan dengan memahami dan melaksanakan manajerial waktu.

“Semua bisa diatasi dengan komunikasi yang baik. Semisal saya sebagai direktur rumah sakit yang harus menghadiri suatu acara dan sekaligus menjadi ibu rumah tangga, saya akan mendelegasikan orang lain dengan tetap menjaga komunikasi, terkait dengan apa yang harus dilakukan terhadap anak, bagaimana anak dalam perkembangannya nutrisi dapat terpenuhi. Itu semua butuh komunikasi,” terangnya.

Meskipun disibukkan dengan kegiatan di luar, keluarga tetap menjadi hal yang tidak bisa dilupakan. Untuk lebih mendekatkan diri dengan keluarga, khususnya anak, dr. Fitriya biasanya memanfaatkan waktu yang ada dengan hal-hal yang berkualitas dan memberikan kesan mendalam pada diri anak.

“Kalau saya hadir di antara anak itu kalau durasinya tidak bisa panjang, lebih baik sedikit namun berkualitas. Ketika kita bersama anak, waktu kita, pikiran kita, hati kita harus dicurahkan kepada anak,” katanya.

“Bagaimana agar anak ini merasa ibunya hadir bersama dia. Bahkan mohon maaf ketika saya menerima telepon dan sedang bersama anak, biasanya saya izin terlebih dahulu pada anak,” sambung  dr. Fitriya.

Ia  berpesan kepada kaun, bahwa setiap perempuan adalah hebat dan memiliki hal-hal positif. Kehidupannya selalu bermakna, baik untuk dirinya maupun orang lain, dan sangat pantas untuk diperjuangkan.

“Oleh karenanya mari menjadi perempuan yang berdaya yang senantiasa mengupayakan kehidupan kita lebih baik dari hari ke hari dengan fokus pada hal-hal positif pada diri kita. Dan kita harus bisa menjadi perempuan yang berdaya, menjadi sumber inspirasi bagi suami, anak-anak dan orang-orang yang ada di sekitar kita,” pungkasnya. (adm/van/adv)

- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img