Saturday, August 30, 2025

Melangkah Bersama Mencapai Kesehatan Mental Inovasi Program di SMP Negeri 3 Singosari

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Di tengah kompleksitas tantangan dunia pendidikan masa kini, perhatian terhadap aspek non-akademik dalam proses belajar mengajar semakin menjadi kebutuhan utama. SMP Negeri 3 Singosari, sebagai salah satu institusi pendidikan yang progresif, menyadari bahwa keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh kondisi kesehatan mental dan kesejahteraan emosional mereka.

Memahami pentingnya hal ini, SMP Negeri 3 Singosari bekerjasama dengan PT. Trakindo Innovakids telah mengambil langkah nyata melalui berbagai program inovatif yang dirancang secara partisipatif dan humanis. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem sekolah yang aman secara emosional, inklusif, serta mendukung perkembangan sosial dan psikologis siswa.

Sekolah ini berkomitmen untuk melangkah bersama siswa, guru, dan orang tua dalam membangun generasi muda yang lebih tangguh secara mental, emosional, dan sosial. Berikut adalah empat program unggulan yang telah diterapkan sebagai bentuk praktik baik dalam mendukung kesehatan mental siswa:

1. Kotak Dering (Dengar dan Sharing)

Program ini merupakan media curhat yang tersedia di beberapa titik strategis di lingkungan sekolah. Kotak ini menjadi sarana bagi siswa untuk menuliskan isi hati, perasaan, keluhan, atau masalah yang mereka alami, baik di rumah maupun di sekolah. Semua pesan yang masuk dijaga kerahasiaannya dan akan ditindaklanjuti oleh guru Bimbingan Konseling (BK) atau tim konselor sekolah.

Dengan pendekatan yang empatik dan tidak menghakimi, siswa merasa memiliki tempat yang aman untuk didengar. Semangat dari program ini adalah, “Kadang kami butuh didengar, bukan dihakimi,” yang menjadi cerminan kebutuhan emosional siswa di usia remaja yang rentan. Program ini telah membantu mencegah berbagai potensi masalah psikologis sejak dini.

2. Salting (Solusi Aktif Lewat Majalah Dinding)

Melalui media visual seperti majalah dinding, sekolah menyediakan berbagai konten edukatif mengenai kesehatan mental. Tips mengelola stres, motivasi harian, cara mengatur waktu, hingga panduan sederhana untuk menghadapi kecemasan disajikan dalam bentuk yang ringan dan mudah dicerna.

Menariknya, semua konten dibuat secara kolaboratif oleh guru dan siswa. Proses kreatif ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, sekaligus menumbuhkan rasa empati terhadap sesama. Informasi yang disajikan juga menjadi lebih relevan karena lahir dari pengalaman dan bahasa yang dipahami oleh para siswa sendiri.

3. Dunia Tipu-Tipu (Dunia Keputrian dan Keputraan)

Dunia Tipu-Tipu adalah forum diskusi yang dilaksanakan secara terpisah antara siswa perempuan (keputrian) dan siswa laki-laki (keputraan). Dalam kegiatan ini, siswa dapat membahas berbagai isu remaja secara terbuka, seperti body image, kesehatan reproduksi, batasan dalam pergaulan, hingga penguatan identitas diri.

Program ini bertujuan membangun kesadaran diri dan rasa percaya diri siswa, serta membekali mereka dengan keterampilan sosial yang sehat. Dengan pendekatan kelompok kecil yang lebih intim, siswa merasa lebih nyaman untuk berbagi dan mendalami topik-topik yang sering kali dianggap tabu untuk dibicarakan di ruang kelas.

4. Jari Kelingking (Jumpa Sehari dalam Kegiatan Pengenalan Lingkungan dan Parenting)

Program Jari Kelingking diadakan saat masa orientasi siswa baru. Kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik, tetapi juga melibatkan orang tua. Tujuannya adalah membangun komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga sejak awal, serta menanamkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung kesejahteraan mental anak-anak mereka.

Melalui sesi pengenalan lingkungan sekolah, diskusi bersama orang tua, dan edukasi tentang kesehatan mental remaja, program ini menjadi fondasi bagi terciptanya sinergi antara rumah dan sekolah. Ketika semua pihak merasa terlibat dan dihargai, maka proses pendidikan akan berjalan lebih harmonis.

Dengan pendekatan yang humanis, partisipatif, dan inovatif, SMP Negeri 3 Singosari menempatkan kesehatan mental sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pendidikan yang bermakna. Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang aman untuk bertumbuh secara emosional.

Semoga langkah baik ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan suportif bagi siswa. Melangkah bersama, kita bisa membentuk generasi muda yang kuat, bahagia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(*)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img