MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Sejak ditunjuk sebagai Kepala SMP Islam (SMPI) Salafiyah Singosari pada tahun 2019, Achmad Baihaqi, S.E., telah membawa perubahan signifikan dalam pengembangan pendidikan berbasis karakter dan prestasi.
Kini, di periode keduanya (2023-2026), pria yang akrab disapa Baihaqi ini semakin memantapkan komitmen untuk memajukan sekolah melalui program unggulan. Seperti penguatan baca Alquran dan penggalian bakat siswa.
Memasuki tahun kelima memimpin, Baihaqi menekankan pentingnya keseimbangan antara akademik dan non-akademik. Program ngaji dan baca Alquran juga menjadi prioritas, diiringi dengan pembinaan dai cilik dan kegiatan keislaman lainnya.
“Target kami sederhana, siswa tidak hanya pintar secara ilmu duniawi, tetapi juga memiliki fondasi agama yang kuat,” ujarnya, Kamis, (7/8).
Selama di bawah kepemimpinannya, SMPI Salafiyah kerap menorehkan prestasi di kancah regional. Beberapa di antaranya adalah juara 3 Lomba Dai Kecil Kabupaten Malang, karya film pendek, dan story telling. “Kami mewadahi minat siswa sesuai bakatnya, baik di bidang seni, dakwah, atau teknologi,” jelas Baihaqi.
Baihaqi percaya, bahwa setiap siswa memiliki keunikan. Melalui program Pengembangan Bakat dan Minat, sekolah aktif mengidentifikasi kemampuan siswa lalu menyalurkannya ke ekstrakurikuler yang sesuai. “Jika ada yang berbakat public speaking, kami arahkan ke dai cilik. Jika suka teknologi, kami dukung lewat pelatihan multimedia,” tambahnya.
Ke depan, Baihaqi berharap SMPI Salafiyah semakin dikenal sebagai sekolah yang melahirkan siswa berprestasi dan berakhlak. Dedikasi Baihaqi dalam memajukan pendidikan di Singosari patut diapresiasi. Melalui kepemimpinan yang visioner, SMPI Salafiyah terus bergerak menjadi lembaga pendidikan yang unggul di bidang akademik maupun karakter. Dengan semangat kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa, ia yakin target tersebut dapat tercapai.
“Kami ingin lebih banyak masyarakat mempercayakan pendidikan putra-putrinya di sini. Selain sekolah, juga terdapat ngaji setiap pagi sebelum jam pembelajaran,” tuturnya.(hud/lim).