Sunday, August 31, 2025

Menko PMK RI di Universitas Muhammadiyah Malang, Kaji Pemanfaatan AI di Bidang Pendidikan

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc hadir di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (14/7) kemarin. Dia diskusi tentang pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang perkembangannya kini mendisrupsi berbagai bidang serta berbagai implikasinya.

Prof Pratikno mengatakan lima bidang Kemenko PMK benar-benar terdisrupsi dengan perkembangan teknologi. Mulai dari keluarga dan kependudukan, kesehatan, pendidikan, karakter dan jati diri bangsa, hingga bencana dan konflik sosial. Misalnya di bidang kesehatan, di mana masyarakat kini lebih banyak ‘mager’ karena penggunaan gawai.  Hal ini mengakibatkan kurangnya aktivitas fisik dan bahkan juga depresi karena terlalu banyak informasi yang diperoleh.

“Kami di Kemenko PMK juga khawatir, bukan hanya terkait implikasi negatifnya saja, tapi juga disparitas kehidupan manusia. Teknologi membantu meningkatkan produktivitas bagi yang bisa memanfaatkannya. Tapi yang tidak mampu tentu akan tertinggal bahkan jadi korban,” katanya.

Terkait disrupsi teknologi di bidang pendidikan, Pratikno menyampaikan sederet pola penggunaan AI oleh siswa maupun mahasiswa. termasuk bagaimana AI menggantikan mesin pencari tradisional, chech grammar, summarize document, parafrase, hingga karya akademik. Sayangnya, hal ini memberikan implikasi negatif juga, yakni peningkatan masalah kecurangan dan kecurangan yang semakin sulit dideteksi.

Perubahan ini juga membuat mahasiswa kehilangan kesempatan untuk mengembangkan critical thinking melalui analisis dan sintesis. Membangun komposisi original dan membangun domain knowledge melalui riset dan eksplorasi. Termasuk juga kehilangan kesempatan untuk membangun rasa ingin tahu lewat proses bertanya mandiri dan pengembangan keterampilan riset.

Maka, ia mengajak UMM sebagai salah satu kampus top Indonesia untuk memikirkan ombak besar perubahan dalam kehidupan manusia. Memahami, menavigasi, membaca, dan mengubahnya menjadi kekuatan memajukan peradaban. Ia mendorong agar perguruan tinggi mampu menyiapkan mahasiswa untuk masa depan, bukan malah menyiapkan untuk pekerjaan yang akan hilang atau bahkan sudah hilang.

Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik, M.Si mengatakan bahwa UMM memang sedang fokus dalam pengembangan teknologi dan memberikan dampak pada masyarakat. Pihaknya juga terus berupaya menciptakan transformasi yang ideal untuk perguruan tinggi dalam pembangunan kualitas manusia, utamanya untuk menghadapi masa depan.

“Apalagi Pak Pratikno juga sangat intens melihat dan mengupayakan bagaimana teknologi digital mampu membangun peradaban baru. Maka perguruan tinggi, termasuk UMM, harus bisa selangkah lebih maju di depan untuk memanfaatkan teknologi dan menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat,” katanya.(imm/lim)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img