spot_img
spot_img

Akses Giripurno - Tawang Argo Hanya untuk Motor

Mobil Lewat Jalur Utama

MALANG POSCO MEDIA- Akses menuju Batu via Desa Tawang Argo Karangploso (Karlos) dan sebaliknya masih ditutup untuk mobil. Hanya bisa dilewati motor. Itu akibat longsor di Jalur Jurang Susuh. Pemkot Batu memastikan segera menangani masalah ini.

Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat mengatakan pihaknya langsung melakukan kajian teknis. Selain itu persiapan penanganan hingga kajian  skema penganggaran perbaikan setelah longsor.

“Kami upayakan penanganan segera. Hal-hal lain nanti kami infokan,” katanya.

Sebelumnya Sabtu (26/11) lalu, Jalur Jurang Susuh perbatasan Kota Batu di Desa Giripurno dengan  Kabupaten Malang di Desa Tawang Argo longsor. Akibatnya mobil tak bisa melewati akses tersebut. Hanya motor yang dibolehkan.

Berita Lainnya:  Pemkot Beri Hibah Rp 1,4 Miliar

Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu menjelaskan ditutupnya jalur alternatif tersebut karena hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah jenuh ambrol. Sehingga pohon dipinggir jalan roboh dan memakan hampir separuh badan jalan.

“Saat ini sementara jalan hanya boleh di lewati motor,” katanya kepada Malang Posco Media, kemarin.

BPBD Kota Batu masih melakukan kaji cepat dan memberikan batas pengaman di jalamn. Tujuannya agar pengendara tidak jatuh atau terperosok ke jurang.

“Kami imbau pengendara mobil yang akan ke Batu dari arah Surabaya bisa melalui jalur utama di Jalan Ir Soekarno. Sebaliknya juga bagi pengendara mobil dari arah Selecta bisa melalui Alun-Alun Batu menuju Ir Soekarno,” jelasnya.

Berita Lainnya:  Jadi Langganan Macet di Pusat Kora, Lebarkan Jalan Brosem

Sementara untuk penanganan masih dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan dinas teknis.  Rencananya pembahasan akan dilakukan Senin (28/11) hari ini.

 Jika pembangunan dilakukan secepatnya akan menggunakan BTT. Namun jika tidak memungkinkan karena sisa waktu akhir tahun dan pembangunan membutuhkan waktu cukup lama, maka akan dikerjakan awal tahun depan.

“Tergantung dari TAPD dan Timgar. Kalau memang dinas teknis bisa menyanggupi pembangunan lebih cepat, maka akan dianggarkan lewat BTT. Kalau tidak memungkinkan dikerjakan awal tahun depan,” jelasnya.(eri/van)

BERITA LAINNYA