Sunday, August 31, 2025

MPLS Ramah 2025/2026 SDK Mardi Wiyata 1 Malang, Lesatkan ‘Anak Panah’ Gapai Cita-cita

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Ada yang unik di penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah SDK Mardi Wiyata 1 Malang. Rabu (16/7) kemarin, siswa baru diajak keliling menggunakan odong-odong. Sebelumnya, ada prosesi pergantian seragam dari TK menjadi seragam SD. Itu menandakan bahwa seluruh siswa baru peserta MPLS telah resmi menjadi siswa baru SDK Mardi Wiyata 1.

Uniknya lagi, guru-guru juga mengenakan pakaian yang tidak biasa. Mereka memakai pakaian khas dari berbagai negara di dunia. Ada India, Jepang, Arab Saudi, Korea, China dan sebagainya. Konsep ini memberikan warna tersendiri di penutupan MPLS. Serta memberikan kesan lebih dekat dengan siswa.

Kepala SDK Mardi Wiyata 1 Malang Thomas Anton Wibowo, S.S., S.Pd mengatakan konsep dan tema MPLS SDK Mardi Wiyata 1 terinspirasi dari isi Kitab Mazmur bab 127 ayat 4 yang berbunyi: Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan demikianlah anak-anak pada masa muda. Anton menjelaskan siswa baru diibaratkan anak panah yang siap dilesatkan sejauh mungkin. “Mereka adalah anak panah. Kami sebagai guru adalah prajurit atau pahlawan yang siap melesatkan mereka menggapai cita-citanya,” terang Anton.

Pakaian guru yang beragam dari berbagai negara juga simbol cita-cita yang tinggi. Sejauh apapun harapan dan cita-cita siswa baru, guru siap mengantarkan mereka. “Mereka adalah generasi yang punya potensi besar. Anak panah yang runcing dan siap melesat. Maka kami sebagai guru juga punya kompetensi sebagai busur kekuatan untuk melesatkan,” tegasnya.

Penampilan guru dari berbagai negara dari penjuru dunia dan menaiki odong-odong menjadi destinasi tersendiri. MPLS menjadi semakin menarik dan seru. Konsep ini merupakan bagian dari strategi guru memberikan pembelajaran mendalam (deep learning). Salah satu kriterianya anak menikmati kegiatan pembelajaran yang menyenangkan (joyfull).

SENANG: Siswa-siswi baru SDK Mardi Wiyata 1 bersama guru menaiki odong-odong keliling Kota Malang di penutupan MPLS kemarin.

MPLS Ramah SDK Mardi Wiyata 1 digelar sejak Senin (14/7) lalu. Beberapa materi telah diberikan kepada siswa baru. Di antaranya, pengenalan lingkungan sekolah, sarana belajar dan pengenalan guru. MPLS Ramah sebagaimana konsep dari kementerian juga memberikan materi anti perundungan atau bullying. “Yang utama adalah pengenalan lingkungan sekolah, tata tertib dan pembiasaan-pembiasaan baik di sekolah kita,” terangnya.

Anton berharap MPLS memberikan kesan terbaik bagi siswa baru. Sehingga mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar baru dengan rasa nyaman dan gembira. “Ini merupakan tahapan yang penting bagi siswa baru kami, sehingga mereka mengawali tahun pelajaran dengan penuh semangat dan optimis,” tuturnya.

Kepada orang tua, Anton juga berharap terjalin sinergi dan kolaborasi yang baik untuk mewujudkan atmosfer pendidikan yang berkualitas di SDK Mardi Wiyata 1. Mereka merupakan mitra guru dalam menjalankan tugas belajar mengajar. “Karena itu selama MPLS ini kami mempersilahkan kepada orang tua untuk mengamati secara langsung kegiatan putra-putri mereka,” pungkasnya. (imm/sir/lim)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img