MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Ratusan balon warna hijau dan hitam diterbangkan dari halaman SMA Islam Malang, Senin (14/7) lalu. Balon-balon hijau membentuk formasi huruf SMAI. Dikelilingi dengan balon warna hitam. Lalu balon-balon ini dilepaskan terbang tinggi ke angkasa.
Pelepasan balon ini menjadi pertanda dibukanya kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026 di sekolah Jalan Kartini ini. Dibuka secara resmi oleh Pembina Yayasan Yaperis Malang Drs. H. Sularto, M.Pd. Disaksikan oleh kepala sekolah, para wakil kepala, guru dan seluruh siswa.
Waka Kesiswaan SMA Islam Malang Suharmanto, S.Ag mengatakan, warna hijau dan hitam pada balon memiliki makna tersendiri. Warna hijau mengartikan kekuatan rohani manusia. Sedangkan warna hitam menunjukkan lika liku kehidupan yang banyak tantangan dan cobaan. “Di kehidupan ini kita sering menemukan hal-hal baik dan tidak baik. Maka diharapkan kekuatan rohani (balon hijau) dapat mengalahkan kejelekan dalam kehidupan siswa kami,” katanya.
Pelepasan balon dilaksanakan setelah upacara pembukaan MPLS. Upacara dipimpin langsung oleh Kepala SMAI Malang Drs. H. Ramelan, M.Pd. Kegiatan upacara pembukaan diikuti oleh seluruh siswa baru dengan tertib dan khidmat. Mereka menggunakan seragam sekolah asalnya, SMP/MTs.
Suharmanto menerangkan, pelepasan balon mengartikan prestasi yang terus meningkat. Selain itu siswa baru juga memiliki karakter yang juga meningkat lebih baik setelah menjadi siswa SMA Islam. “Pelepasan balon diharapkan akan menjadi motivasi dan inspirasi bagi anak-anak untuk meningkatkan prestasi dan karakternya,” terangnya.
MPLS SMA Islam akan dilaksanakan selama enam hari hingga Sabtu mendatang. Kegiatan ini akan ditutup dengan inagurasi penampilan bakat siswa baru. “Karena siswa baru memiliki kebiasaan, pergaulan dan keinginan yang beragam. Sehingga dengan MPLS dan inagurasi ini akan semakin memantapkan tekad siswa baru untuk belajar di SMA Islam,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMAI Malang Drs. H. Ramelan, M.Pd mengungkapkan, tahun ini SMA Islam menerima 320 siswa atau sembilan kelas. Lebih banyak dari siswa yang lulus tahun lalu. Diharapkan mereka semua memiliki semangat untuk mengejar cita-cita yang tinggi. “Sesuai dengan filosofi balon-balon yang dilepaskan terbang ke langit yang tinggi. Itulah simbol cita-cita yang harus mereka kejar,” terangnya. (imm/lim)