spot_img
Thursday, June 20, 2024
spot_img

Muhaimin: Saya Pasti Datang, Hari ini Diperiksa KPK

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA – Pasca tidak hadir saat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menghadiri acara di Kalimantan, Muhaimin Iskandar tak gentar. Tak mau menunggu pekan depan, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga mantan Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar itu memastikan, Kamis (7/9) hari ini datang ke Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, untuk diperiksa sebagai saksi kasus korupsi pengadaan sistem proteksi tenaga kerja Indonesia di Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) pada  tahun 2012 lalu.

Muhaimin dipanggil KPK karena kasus itu berlangsung saat dia menjabat sebagai menteri tenaga kerja periode 2009–2014. “Besok (hari ini, red), saya  pasti  datang, karena memang ini proses biasa yang ada sebagai saksi. Saya diminta untuk datang,” kata Cak Imin, sapaan akrabnya,  menjawab pertanyaan wartawan di NasDem Tower, Jakarta, Rabu (6/9) kemarin.

Apa ada kemungkinan pemanggilan itu terkait dengan majunya dia sebagai bakal calon wakil presiden, Muhaimin mengaku tidak tahu. “Oh nggak tahu saya. Nggak tahu,” katanya.

KPK memanggil Muhaimin Iskandar terkait penyidikan dugaan korupsi pengadaan sistem proteksi tenaga kerja Indonesia di Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) pada 2012. KPK juga telah menetapkan tiga tersangka, yaitu dua pegawai negeri sipil dan satu orang dari swasta.

Penyidik KPK pada bulan lalu (18/8) menggeledah Kantor Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta. Namun, KPK belum mengumumkan temuan-temuan hasil penggeledahan itu kepada publik.

Sebelumnya, Muhaimin Iskandar telah mengirimkan surat ke KPK untuk minta penjadwalan ulang pemeriksaan terhadap ketua umum partai tersebut terkait dugaan korupsi di Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) tahun 2012. Alasannya, dia sedang menghadiri agenda pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) di Kabupaten Tanah Laut, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (5/9) lalu.

Cak Imin kemarin tiba di NasDem Tower pada pukul 14.30 WIB. Dia disambut oleh Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali dan Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid. Kedatangan Muhaimin itu disambut dengan iring-iringan shalawat badar yang dilantunkan oleh jajaran PKB dan NasDem di lobi NasDem Tower.

“Saya beserta rombongan DPP PKB merapat ke Kantor DPP NasDem. Ini bukan sekadar merapat biasa, tetapi ini benar-benar merapatkan barisan kemenangan. Jadi kalau merapat kita sering merapat, tetapi dalam kerahasiaan,” katanya.

Dia menjelaskan pertemuan itu menjadi kesempatan untuk membahas di antaranya strategi pemenangan. “Hari ini saya dan PBB merapatkan barisan untuk bersama-sama NasDem menyiapkan langkah-langkah merebut hati rakyat, menjual gagasan, ide, rencana, sekaligus mengharap cinta dan kepercayaan masyarakat,” tutur Cak Imin, yang telah deklarasi menjadi bakal calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan, bakal calon presiden.

Lebih lanjut, dia berharap pertemuan ini tidak sekadar bermanfaat untuk per orang apalagi sekadar partai. ‘’Yang paling pokok tujuan saya merapat hari ini ke NasDem untuk satu tujuan, Indonesia lebih adil dan makmur,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anies dan Cak Imin mendeklarasikan diri sebagai pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/9). Dalam deklarasi itu, PKS tidak mengirimkan perwakilannya secara resmi karena partai baru menyetujui Anies sebagai bakal calon presiden.

Sedangkan, terkait dukungan terhadap Muhaimin sebagai pendamping Anies masih harus diputuskan oleh musyawarah Majelis Syuro PKS. “Kami (PKS) mengacu pada anggaran dasar kami di PKS, sesuai Pasal 16 Anggaran Dasar PKS ayat (2) huruf i, menyatakan bahwa kewenangan untuk menetapkan kebijakan partai berkenaan dengan pemilihan presiden dan/ atau wakil presiden RI adalah (keputusan) Majelis Syuro sebagai majelis permusyawaratan tertinggi partai, yang keanggotaannya terdiri atas anggota PKS dari seluruh Indonesia,” kata Presiden PKS Ahmad Syaikhu di Kantor DPP PKS, Jakarta.(ntr/nug/lim)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img