spot_img
Monday, June 17, 2024
spot_img

Muhammad Zaeni Dosen Pegiat Industri Kreatif, Memajukan Potensi Lokal, Buka Kelas Akting

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA – Kesenian dunianya Muhammad Zaeni. Terutama  seni peran. Banyak jejak karya dan prestasinya. Pria 41 tahun ini juga mendirikan kelas akting di Malang Creatif Center (MCC) Kota Malang.

Leo, begitu sapaan akrab Muhammad Zaeni. Dia dikenasl sebagai figur yang berdedikasi untuk kemajuan industri kreatif di ranah lokal.

Ia mendapat Nominasi Aktor Terbaik Nasional Festival Drama Putu Wijaya. Yakni pada tahun 2020 di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. Leo juga Penulis Naskah Terbaik 3 di Balai Bahasa Jatim 2017 dan Komposer Terbaik Festival Tari di Universitas Brawijaya (UB)  tahun 2012-2014.

Di tengah kesibukannya mengajar di  Fakultas Sastra di Universitas Negeri Malang (UM), Leo mendedikasikan dirinya sebagai pengajar akting.  “Saya tipe orang yang tidak bisa diam. Selagi orang menganggap saya mampu, maka akan saya memprioritaskan. Tidak ada kata sibuk, semua urusan diprioritaskan,” tutur pria yang menjadi dosen UM sejak tahun 2014 ini.

Pada tahun 2020, Leo mendirikan sekolah akting bernama Act School Malang. Tempatnya di MCC. Pesertanya mulai dari anak usia dini hingga pemuda. Leo sekaligus sebagai pengajarnya. Melalui dedikasinya, ia berkomitmen menjaga dan memajukan potensi lokal. Ia  bahkan berharap potensi lokal dapat dikenal di kancah internasional.

Dia  mengajar kelas akting dalam tiga cluster. Pertama, usia rentang 8 sampai 12 tahun. Kedua, usia 13 sampai 17 tahun. Kemudian culster ke tiga dari usia 18 sampai 40  tahun.

Pertemuan kelas akting seminggu sekali setiap cluster. MCC sebagai rumah bagi para pelaku industri kreatif, karena itu ia memilih mendirikan kelas akting di sana. 

“Saya meyakini bahwa, seni pertunjukan harus mampu hadir di ruang strategis, seperti film.  Teater menjadi laboratorium pengembangan dan film sebagai media aktualisasinya,” tegas

Tim Bidang Sumber Daya Kreatif Komite Ekonomi Kreatif Kota Malang ini memaparkan, seni peran, dalam hal ini film sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Maka, sesuai keahliannya, ia mendedikasikan dirinya mengajar akting untuk kemajuan potensi lokal. Industri kreatif seni peran di Kota Malang, disebut Leo sudah berkembang.

“Karena itu, saya membuka sekolah akting. Jadi sangat penting dan menarik. Saat ini tengah jalan dua kelas. Kelas anak dan dewasa,” sambung Dewan Pakar Lembaga Seni dan Budaya Muslimin (Lesbumi) Kota Malang.

Leo yang tinggal di Perumahan Indah Dieng Desa Kalisongo  Dau ini mudah bergaul dengan siapa saja. Di perumahan yang ditempatinya  ini, Leo dipercaya menjadi ketua RT 06 RW 01 sejak lima tahun yang lalu. Ia memang senang dan bersemangat menghadapi pekerjaan dan tantangan. (den/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img