MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Musrenbang Kecamatan Bumiaji Tahun 2025 digelar di Hotel Purnama, Selasa (25/2) kemarin. Total ada 49 usulan prioritas dari tujuh desa di Kecamatan Bumiaji yang diusulkan untuk ditindak lanjuti dalam Musrenbang tingkat Kota Batu.
“Musrenbang ini membahas usulan prioritas dari tujuh desa di wilayah Kecamatan Bumiaji. Dari total 49 usulan prioritas, meliputi 40 usulan bidang infrastruktur, 5 usulan bidang peningkatan perekonomian dan 4 usulan di bidang sosbud,” ujar Camat Bumiaji Thomas Maydo.
Ia memaparkan dari total usulan prioritas tersebut sebelumnya telah dibawa tingkat desa bersama dengan perwakilan desa dan perwakilan SKPD. Sehingga usulan tersebut telah melalui evaluasi dan dianggap prioritas.
“Melalui forum ini, kami berharap dapat dijadikan referensi Pemda untuk peningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat di Kecamatan Bumiaji bisa dikawal bersama. Kiranya Musrenbang tidak hanya formalitas saja, mengingat tiap tahun Musrenbang dilaksanakan tapi usulan banyak yang tidak terealisasi,” bebernya.
Thomas menceritakan, di tahun lalu 52 usulan. Namun yang terealisasi sebanyak 7 usulan. Dengan catatan lebih banyak usulan terealisasi berasal dari pokir anggota DPRD Dapil Bumiaji yang terealisasi mencapai 106 usulan.
Wakil Ketua I DPRD Kota Batu Punjul Santoso mengatakan bahwa setelah pembahasan Musrenbang ini, Kecamatan dan Pemdes di wilayah Bumiaji harus mengawal usulan hingga terealisasi. Selain itu masyarakat juga bisa menitipkan usulan mereka di dewan di Dapil Bumiaji agar lebih maksimal.
“Selama lima tahun ke depan tidak ada kepentingan politik menonjol. Agar usulan Musrenbang maksimal, kita harus nyengkuyung bareng. Artinya tidak ada yang menonjol, baik melalui Musrenbang atau pokir sama saja. Hanya diperlukan koordinasi, sinkronisasi dan duduk bareng agar tidak ada saling klaim semua usulan dari dan untuk masyarakat bisa berjalan maksimal,” paparnya.
Sementara itu, Wawali Kota Batu Heli Suyanto meminta agar ke depan Musrenbang tidak hanya seremonial saja. Serta agar usulan terealisasi, ketika pra Musrenbang pihak desa harus mengundang dewan di Dapil Bumiaji.
“Mohon nanti teman-teman di tingkat desa kalau ada pra Musrenbang dewan bisa diundang. Sehingga bisa dikomunikasikan lebih baik, mengingat pokir juga salah satu saluran bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya,” ungkapnya.
Untuk itu, Mas Heli meminta agar komunikasi antara DPRD dengan Kades perlu ditingkatkan agar tidak jomplang antara pokir dan Musrenbang. Sehingga dengan sinergi usulan bisa saling mendukung dan tidak terkesan saling berebut.(eri/lim)