spot_img
Tuesday, June 25, 2024
spot_img

Oknum Guru Tampar Murid Di SMP Swasta

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Berakhir Damai, Guru Minta Maaf dan Wali Murid Akui Kesalahan Anaknya

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Usai kasus bulying di salah satu SMPN Kota Batu selesai, permasalahan kembali terjadi di dunia pendidikan Kota Batu. Oknum guru diduga melakukan pemukulan terhadap dua siswa di salah satu SMP Swasta di Kota Batu. Alasannya karena siswa terlambat ujian.

Peristiwa itu dibenarkan oleh Kepala SMP Swasta tersebut saat dikonfirmasi oleh Malang Posco Media, Senin (10/6) kemarin.

“Memang ada dan memang terjadi di salah satu kelas kami, yang mana guru tersebut memukul dua siswa yang telat masuk saat ujian. Terlebih kedua siswa ini memang menyalahi tata tertib sebagai siswa di SMP Raden Fatah. Namun masalah tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Kepala SMN Swasta kepada Malang Posco Media kemarin.

Lebih lanjut ia menerangkan, dalam menyelesaikan masalah tersebut, telah menghadirkan pihak sekolah, guru yang melakukan pemukulan, dua siswa yang dipukul, wali dari siswa dan pihak Polres Batu. Selain itu juga menghadirkan dari pengasuh ponpes karena dua siswa tersebut mondok di salah satu Ponpes di Kota Batu.

“Jadi setelah kejadian pada, Sabtu (8/6) langsung diselesaikan pada hari, Minggu (9/6) dengan menghadirkan semua pihak terkait. Kemudian membuat surat pernyataan untuk damai dan tidak mengulangi hal tersebut,” terangnya.

Ia menyampaikan bahwa pilihan untuk damai karena memang kedua siswa tersebut sering melakukan kesalahan dan tidak menaati tata tertib sekolah. Di antaranya saat ujian terlambat masuk 30 menit. Kemudian baju tidak pernah rapi. Juga sering bolos serta pernah tertangkap bolos di salah satu instansi milik Provinsi Jatim dan merusak fasilitas instansi tersebut. Begitu juga untuk poin tatib, dua siswa tersebut bisa dikatakan sudah di atas 100 poin.

“Sebenarnya guru yang bersangkutan ini memang pendiam dan sabar. Mungkin karena geram dan sudah berkali-kali akhirnya tidak bisa menahan emosi. Tapi yang bersangkutan juga sudah minta maaf. Begitu juga pengasuh ponpes dan wali murid tidak membenarkan anaknya seperti itu,” terangnya.

Atas kejadian tersebut semua pihak berkomitmen untuk melakukan refleksi. Saat ini dua siswa tersebut tetap mengikuti ujian. Pihak sekolah juga mempersilahkan ketika dua siswa tersebut ingin kembali ke orang tuanya. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Batu AKP Rudi Kuswoyo juga membenarkan kejadian tersebut dan langsung dilakukan pertemuan antara kedua belah pihak. “Jadi setelah ada mediasi dan kekeluargaan maka kejadian ini tidak dilanjutkan ke ranah hukum dan sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan,” pungkasnya.(eri/lim)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img