spot_img
Sunday, July 14, 2024
spot_img

Oktaviani Dwi Nur Aini Tuna Daksa Pelestari Tari, Kini Ahli Esterika Digital Jadi UI/UX Designer

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Penyandang disabilitas Oktaviani Dwi Nur Aini, S.Kom menenar inspirasi. Perempuan yang akrab disapa Via ini  menyandang tuna daksa di jari tangannya. Ia eksis sebagai pegiat seni tari tradisional.

Darah seni Via mengalir dari kakeknya. Sejak duduk di bangku TK hingga SD, ia sering mengikuti pertunjukan tari tradisional. Hingga akhirnya, minatnya mulai tumbuh dan ia seolah menjadi titisan sang kakek.

“Kakek pegiat seni Janger dan Jaranan. Dari saya kecil mendapatkan pendidikan mental, agar percaya diri. Melalui berbagai macam lomba seperti baca puisi, menari dan menyanyi. Bahkan saya lebih cepat nyanyi dan menari dibandingkan membaca,” ceritanya.

Namun  di tengah semangatnya itu Via kecil sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Ia kerap kali dirundung (bully), oleh teman-teman seusianya. Meskipun sempat minder, namun semangat dan motivasi orangtuanya membuat dia tetap aktif menari dan menyanyi.

“Saya terlahir ada keterbatasan tuna daksa tangan. Didikan orangtua berhasil membuat mental saya semakin kuat. Sampai akhirnya keraguan atau minder yang saya alami hilang. Sampai sekarang lebih percaya diri jika bertemu dengan orang lain,” jelas gadis asal Banyuwangi, ini.

Sampai pada akhirnya, beberapa panggilan untuk mewadahi bakatnya terus mengalir. Mulai dari kafe ke kafe, pesta pernikahan hingga sampai berlomba ke luar kota.

“Senang rasanya bisa menghasilkan uang dari hobi menyanyi dan menari. Kalau menyamyi, saya pernah dapat juara harapan I di tingkat Jawa Timur,” katanya.

Bakat seninya ini semakin mengental, hingga ia duduk di bangku SMA. Meskipun sempat berhenti menari, namun di dunia kampus Via  justru bisa semakin mendalami passion-nya itu.

Alumnus Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB ini, juga sangat aktif dalam melestarikan budaya tari tradisional khas Banyuwangi  meskipun  merantau ke Bhumi Arema.  

“Jadi bebannya itu harus mengayomi dua generasi. Yakni generasi muda, yang serba modern dan generasi sebelumnya yang sangat suka karya klasik. Sehingga baik menari atau menyanyi, harus bisa membuat karya sesuai target sasaran penampilan nantinya,” beber gadis berusia 23 tahun ini.

Seperti halnya yang ia lakukan, yakni mengaransemen lagu baik dari lirik maupun instrumennya. Di bagian tari juga seperti itu, tidak hanya menampilkan tarian, tetapi juga harus filosofis dan dengan atribut yang menarik serta  elegan.

“Kalau untuk menyanyi tradisional memang khas Banyuwangi terletak di bahasa daerah (Osing). Kemudian untuk instrumen musik ini, dibuat lebih condong seperti musik dangdut. Namun, dengan lirik dan pelafalan bahasa dengan ciri khas logat Banyuwangi,” sebutnya.

Perempuan yang pernah mengenyam pendidikan di SMKN 1 Glagah Banyuwangi ini  kini kerap kali jadi andalan penampilan di UB. Mulai dari perayaan, hingga menyambut kuliah umum yang diisi oleh jajaran menteri dan kementerian.

Selain bergelut di dunia tari, berkat jurusan kuliah yang ia tempu kini sebagai salah satu developer (pengembang) website. Tangannya itu, kini juga menghasilkan  desain User Interface dan User Experience (UI/UX Designer). Jasanya itu  tidak hanya diminati oleh warga lokal, namun hingga internasional.

“Karena saya suka dan bergelut di dunia seni, jadi UI/UX yang saya buat, di website atau aplikasi bisa semakin menarik. Selain itu, juga bisa mengandung unsur estetika, karena itu wujud dari jiwa kesenian saya,”  beber Via.

Ia berharap, bahwa keterbatasan fisik selama ini tidak sampai dianggap sebagai suatu hambatan. Justru dengan ini, bisa membuatnya semakin terbuka dan siap mewujudkan cita-citanya. Bahkan yang terbaru, Via lulus dari FILKOM UB dengan predikat sangat memuaskan, karena berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,46.

“Saya berharap bisa bergelut di dunia pendidikan, khususnya menjadi dosen. Karena saya bisa mengajarkan ilmu yang telah saya pelajari selama ini,” pungkasnya. (rex/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img