spot_img
Friday, June 14, 2024
spot_img

Optimalkan Dokter Keluarga Tingkatkan Literasi Kesehatan

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Kesadaran masyarakat khususnya warga Kota Malang terhadap isu kesehatan masih perlu ditingkatkan. Sebab, masih banyak masyarakat yang ditengarai belum mengetahui bagaimana pencegahan antisipasi terhadap penyakit. Hal ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Malang, dimana saat ini peran dokter keluarga bakal lebih ditingkatkan.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengungkapkan sampai saat ini di Kota Malang setidaknya sudah ada sedikitnya 1.000 dokter keluarga yang bertugas untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

“Program dokter keluarga itu sudah berjalan. Satu dokter menangani sekian orang. Jadi dia harus kunjungan, kasih tahu tentang informasi dan literasi dari dunia kesehatan,” ungkap Sutiaji kepada Malang Posco Media, kemarin.

Pengoptimalan dokter keluarga ini penting karena juga mengingat masih tingginya jumlah masyarakat yang berobat ke klinik atau fasilitas kesehatan. Sutiaji menyebut, setidaknya pemerintah dalam hal ini BPJS Kesehatan saja harus membayarkan sekitar Rp 70 miliar ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tiap tahunnya.

Oleh karenanya, tentu akan lebih baik ketika masyarakat punya kesadaran yang bagus terhadap masalah kesehatan. Sehingga dengan edukasi dan kesadaran yang baik, ketika mengalami suatu gejala kesehatan, tidak melulu langsung berobat.

“Orang yang mungkin kena flu, jadi tahu gejalanya, apakah memang istirahatnya kurang atau habis makan apa. Jadi literasi ini penting. Saya kira dokter keluarga ini memberikan pembelajaran pada keluarga. Sehingga bisa mitigasi sakitnya,” harap Sutiaji.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr. Husnul Muarif menambahkan dokter keluarga ini merupakan hasil kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Namanya dokter praktek mandiri. Mitranya BPJS, mereka juga punya kapitasi, jadi satu dokter berapa yang harus dilayani. Itu sesuai dengan kredensialnya BPJS,” jelasnya.

Dari BPJS sendiri nantinya juga akan melakukan evaluasi terhadap seluruh anggota dokter keluarga. Terutama dalam hal tingkat rujukan pasiennya. Apabila tingkat rujukan diatas 5 persen, maka perlu dievaluasi lebih komprehensif.

“Sehingga dengan evaluasi seperti itu. Semua dokter keluarga akan berusaha, supaya yang datang ke kliniknya atau faskesnya itu adalah untuk konsultasi kesehatan. Bukan untuk pengobatan kesana,” pungkasnya. (ian/aim)

Ikuti Juga Berita Malang Hari Ini dan Info seputar Arema FC, Arema dan Aremania di Youtube dan Tiktok Kami

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img