spot_img
Friday, June 14, 2024
spot_img

Pancasila Pegangan Hadapi Pemilu Damai

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Pancasila harus menjadi perhatian bersama. Serta harus dapat menjadi pegangan dalam menghadapi Pesta Demokrasi yaitu Pemilu Damai tahun 2024 depan. Demikian disampaikan Anggota Komisi XI Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM dalam Seminar “4 Konsensus Kebangsaan” berlangsung di Gedung GSJA Maranatha Family Kota Batu, Sabtu (1/7) lalu.

Seminar bertema “Demokrasi Pancasila Menyongsong Pemilu Damai” ini juga dihadiri Romo Dr. Antonius Benny Susetyo, PR (Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP) dan Pdt. Chrysta Andrea, MTH sebagai narasumber. Acara ini dimoderasi oleh Dra. Triwahyuni Widiestuti dan dihadiri oleh sekitar 350 peserta.

“Penting bagi kita semua menjadikan 4 Pilar Kebangsaan  yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI  sebagai pedoman menghadapi Pemilu Damai sebagai Pesta Demokrasi pada tahun 2024 mendatang,” ujar Andreas.

Tokoh kelahiran Malang ini juga menyatakan, agar masyarakat jangan terpolarisasi dan mengharapkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang lebih dewasa dan betul-betul bisa mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045.

Sementara itu, Antonius Benny Susetyo dalam paparannya menyatakan bahwa demokrasi Pancasila itu menjunjung tinggi kemanusiaan. “Demokrasi Pancasila itu bicara rasa, rasa ketuhanan, kemanusiaan, persatuan  dan keadilan. Rasa ketuhanan terwujud dalam rasa cintanya kepada Tuhan. Sehingga rasa kemanusiaan itu ada. Mencintai Tuhan berarti mencintai sesamanya. Mereka menjunjung tinggi martabat manusia. Manusia tidak direduksi menjadi alat produksi. Hukum rimba tidak berlaku. Sebab hukum melindungi semua orang, sehingga tercipta persatuan,” tegasnya.

Romo Benny, sapaan akrabnya menyatakan karena martabat manusia dianggap tinggi, maka keadilan tercipta karena hukum melindungi semua orang. Dan itulah demokrasi Pancasila. “Demokrasi Pancasila seharusnya menjadi acuan kebenaran untuk melaksanakan politik di Indonesia. Dan juga seharusnya selalu menjadi acuan bagi elit politik,” pungkas pakar komunikasi politik ini. (eri/lim)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img