MALANG POSCO MEDIA – Tiga hari lagi, Ramadan tiba. Momen bulan Ramadan tak bisa lepas dengan Pasar Takjil. Di beberapa wilayah sudah langganan menjadi tempat Pasar Takjil. Ada yang terpusat, ada yang di pinggir jalan utama. Seperti di kawasan Jalan raya Dinoyo, Jalan Raya Soekarno Hatta, Jalan Raya Sulfat dan masih banyak lagi.
Di Kota Batu, selama bulan Ramadan ke depan, Pemkot Batu akan meniadakan Car Free Day di Jalan Sultan Agung. Acara Mingguan itu akan diganti dengan Pasar Takjil untuk memberdayakan PKL. Penegasan ini disampaikan Wawali Kota Batu Heli Suyanto atas restu Walikota Batu Nurochman.
Yang perlu dipertimbangkan, lokasi Pasar Takjil itu apakah benar-benar menggunakan Jalan Sultan Agung seperti saat CFD atau hanya di jalan depan Stadion Brantas Kota Batu. Sebab kalau menggunakan jalan raya Sultan Agung, meskipun hanya satu sisi, maka dibutuhkan rekayasa lalu lintas selama sebulan penuh.
Tentu rekayasa lalu lintas ini yang perlu dipertimbangkan. Karena Jalan Sultan Agung adalah akses utama dari arah Pujon menuju Kota Malang. Bila satu sisi ditutup untuk Pasar Takjil, meskipun sudah ditentukan waktunya, maka risiko lain adalah kemacetan di beberapa titik di Kota Batu. Dan bila itu terjadi, maka akan membuat pengendara, termasuk wisatawan yang datang di Kota Batu menjadi tidak nyaman.
Ide Pasar Takjil sebagai pengganti CFD di Jalan Sultan Agung merupakan ide bagus. Karena sudah bisa dipastikan akan menjadi jujugan masyarakat. Karena setiap menjelang berbuka, masyarakat biasanya ngabuburit. Salah satunya berburu takjil di Pasar Takjil yang ada. Nah kalau Pemkot Batu sudah mengemas Pasar Takjil, maka harus dipastikan secara matang lokasinya.
Yang pasti, Pasar Takjil harus tetap berjalan sesuai dengan konsep Walikota Batu yang baru. Pasar Takjil menjadi pusat perputaran ekonomi selama Bulan Ramadan bagi pedagang dan masyarakat Kota Batu. Namun pengguna jalan juga tak terganggu dengan kegiatan Pasar Takjil akibat penutupan jalan Sultan Agung.(*)