spot_img
Sunday, February 25, 2024
spot_img

Pelatihan Menulis Kreatif SD Insan Amanah Malang; Siswa Makin Produktif Hasilkan Karya Literasi

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Menulis itu mudah. Semua orang pasti bisa. Asal mau berlatih. Tidak perlu bakat khusus untuk jadi penulis hebat. Yang penting ada kemauan.

SINERGI: Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Dr. Dian Kuntari, S.STP., M.Si, Kepala SD Insan Amanah, Dr. Suhardini Nurhayati, M.Pd dan dewan guru bersama siswa-siswi peserta pelatihan menulis kreatif

Itu yang selalu disampaikan Kepala SD Insan Amanah, Dr. Suhardini Nurhayati, M.Pd kepada anak didiknya. Di suatu kesempatan, Praktisi Kurikulum Merdeka ini menyampaikan kepada muridnya untuk giat menulis. Apapun materi tulisannya.

ANTUSIAS: Narasumber pelatihan Diyah Ayuning Tyas, M.Pd mendampingi siswa saat praktik membuat tulisan.

“Menulislah. Meskipun tulisanmu itu tidak panjang, tapi memberikan inspirasi untuk orang lain, maka akan berbuah pahala. Kalau isinya kebaikan dan diamalkan terus menerus akan menjadi pahala yang terus mengalir,” ucapnya.

SEMANGAT: Siswa-siswi kelas 4 dan 5 SD Insan Amanah tampak semangat saat praktik membuat tulisan kreatif

Ucapan itu juga disampaikan Dini, sapaan akrabnya, saat ditemui Malang Posco Media, Selasa (23/1) kemarin. Di lantai 5 gedung Malang Creative Center (MCC). Dini dan beberapa guru sedang mendampingi sis­wa yang sedang mengikuti Pelatihan Menulis Kreatif Celoteh Kreatif Literasiku (COKLAT) dengan tema Pe­lajar Pancasila Cerdas Berli­terasi.


Dini menjelaskan pen­tingnya kemampuan dan keterampilan berliterasi. Teru­tama bagi siswa sekolah dasar. Menulis dan membaca karena itu tidak mudah. Terlebih pasca pandemi covid-19 beberapa tahun lalu.
Upaya guru begitu hebatnya. Berbagai cara, metode dan stra­tegi dilakukan. Hanya untuk mem­bangkitkan kembali semangat siswa berliterasi. “Bahkan kami harus menyediakan buku halus untuk anak-anak. Termasuk untuk kelas 5 dan 6,” ujarnya.


Buku halus biasa digunakan untuk siswa kelas bawah. Siswa yang baru belajar menulis biasa­nya menggunakan buku ini. Su­paya tulisan mereka bagus dan rapi. “Karena pasca pandemi tulisan anak-anak itu tidak rapi. Pegang pensil saja tidak pas. Ka­rena terbiasa menggunakan lap­top saat daring. Jadi butuh dilatih kembali,” terang Dini.
Sementara itu, ratusan siswa kelas 4 dan 5 juga sedang asyik me­nikmati materi pelatihan di Ruang Amphitheater MCC. Hadir di tengah mereka Diyah Ayuning Tyas, M.Pd dan Anies Hidayatie, S.Pd selaku narasumber. Ke­dua­nya merupakan pegiat literasi di Kota Malang.


Sesekali pemateri meng­ham­piri siswa yang sedang praktik mem­buat tulisan. Satu per satu di­dam­pingi dan diarahkan. Sebelumnya, siswa sudah mendapat materi teori. Lalu mereka diberikan ke­sem­patan untuk praktik.


Pelatihan ini sudah kelima ka­linya. Sudah banyak karya tulis yang dihasilkan siswa. Terutama buku. Baik yang kumpulan karya beberapa siswa, maupun yang karya individu.
Dengan pelatihan ini di­ha­rap­kan siswa SD Insan Amanah semakin hebat. Semakin kreatif dan produktif. Dari pelatihan kali ini, minimal ada tiga produk buku yang dihasilkan nantinya. Bu­ku Antologi karya siswa kelas 4, antologi karya siswa kelas 5, dan antologi karya siswa dari kegiatan Immersion Program beberapa waktu lalu. “Kami targetkan se­bulan ke depan mereka sudah meng­hasilkan karya. Kita akan cari karya-karya unik dari ide-ide out of the box nya anak-anak,” kata Dini.


Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Dr. Dian Kuntari, S.STP., M.Si, mengapresiasi kegiatan ini. Dia hadir dan menyapa secara lang­sung anak-anak hebat cinta literasi SD Insan Amanah. “Ha­rapannya tentu dengan ke­giatan ini dapat semakin menggali potensi anak-anak dan memotivasi mereka di bidang literasi,” katanya.
Menurutnya, di era di­gi­tal me­ngajak anak-anak mem­baca buku termasuk hal yang sulit. Apalagi menulis. Di­bu­tuhkan effort yang luar biasa. Diperlukan pengaruh dari lem­baga pendidikan. “Di situlah pentingnya menggalakkan literasi bagi anak-anak sejak di tingkat sekolah dasar,” kata dia.
Salah satu siswa, Renesmee Baliqha Thamrin, mengaku s­e­nang dan banyak mendapatkan manfaat dari pelatihan ini. Pada kegiatan kali ini, dia be­rencana menuliskan penga­lamannya sebagai siswa di SD Insan Amanah. “Ini menjadi pengalaman baru bagi saya,” ujar siswa kelas 4 ini.


Fahreza Danendra Alghhifari, yang akrab disapa Eza, mengaku sudah dua kali mengikuti pe­latihan serupa. Eza sudah me­miliki satu karya di pelatihan sebelumnya. Di pelatihan kali ini, dia berniat menceritakan pengalamannya saat menang Juara 1 pada lomba Membaca Berita tingkat Malang Raya. “Kegiatan pelatihan ini bagus sekali, melatih kreativitas menulis. Dan juga untuk bekal kami di jenjang selanjutnya,” ujar Eza. (mg1/sir/imm)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img