spot_img
Wednesday, June 19, 2024
spot_img

Pemenang Logo HUT ke 110 Kota Malang, Dosen Kreatif, Karyanya Pernah Masuk Nominator Logo IKN

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Moch Aan Mahfudzi adalah orang dibalik layar Logo HUT ke 110 Kota Malang yang masih bisa dilihat masyarakat Kota Malang sampai sekarang. Aan, sapaan akrabnya keluar sebagai pemenang sayembara yang diadakan Pemkot Malang bulan lalu, mengalahkan 109 kompetitor lainnya.

Pria asal Kelurahan Ketawanggede Kecamatan Lowokwaru Kota Malang ini memang senang terhadap dunia desain grafis. Ia juga seorang Non-Fungible Token (NFT) sejak lama.

Bahkan juga kerap melakukan street art. Ia membagikan pengalamannya menjuarai Sayembara Logo HUT Kota Malang tahun ini.

“Waktu diumumkan masuk lima besar itu malah tak berasa sama sekali. Karena juri hanya menghubungi dan bilang saya disuruh ikut google meet. Katanya urgen,  ada yang penting mau dibicarakan. Lha ternyata saat google meet itu diumumkan saya masuk lima besar,”  ungkap  Aan.

Ia mengakui ratusan peserta mengikuti sayembara logo HUT Kota Malang tiap tahunnya. Dan ia sendiri tidak menyangka karyanya yang terplih menjadi juaranya. Awalnya, Aan menceritakan bahwa dirinya maju mundur untuk ikut dalam sayembara tersebut.  Namun saat detik-detik menjelang penutupan pendaftaran peserta ia merasa terinspirasi.

Aan yang juga seorana akademisi praktisi di Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB)  ini suatu ketika terinspirasi saat  pulang usai mengajar.

“Beberapa hari sebelum pendaftaran ditutup kok ya saya ini pulang sering melewati jembatan. Saya lihat di setiap kawasan jembatan yang di bawahnya ada sungai pasti di sana ramai ada orang dagang dan sebagainya,” cerita Aan.

Dari situlah ia terinspirasi. Dan meneguhkan diri mengikuti sayembara. Karena sudah mengetahui tema HUT Kota Malang tahun ini yakni “Berselaras untuk Kota Malang Berkelas” ia merasa bahwa jembatan dan sungai adalah sumber inspirasi tepat sesuai tema.

Dari jembatan dan sungai, ia menganalogikan Kota Malang. Kota Malang dikelilingi banyak sungai. Sungai menjadi sumber kehidupan. Di mana ada sungai, maka di situ ada pemukiman padat, warga membangun kehidupan.

Kota Malang dianalogikan sebagai sungai. Yang artinya sebuah kota yang memberi kehidupan untuk sekitarnya. Kota Malang selalu memberi kehidupan dan memberi manfaat kepada masyarakatnya. Mengalir bagaikan arus sungai.

“Ya jadi analogi saya sederhana saja. Dari itu saya buatlah logo itu seperti aliran sungai. Jika dilihat bentuk dari logo HUT ada bentukan, lekukan seperti sungai. Saya gambar lekukan terus ke atas memberi arti bahwa terus maju naik ke atas. Dan lekukan lain seperti sungai yang menyimbolkan kreativitas,” urainya.

Aan juga memperhatikan aspek sejarah pada zaman Kerajaan Singosari. Banyak sungai khususnya Sungai Brantas yang dijadikan pusat perekonomian.

“Selain pusat perekonomian, Sungai Brantas juga dijadikan tempat bertemunya masyarakat. Saya menganalogikan  Kota Malang Malang sebagai sungai kehidupan. Dimana  Kota Malang Malang sebagai wadah bagi masyarakat dan pemerintah yang saling terhubung,” jelasnya.

Melihat nilai positif yang dihadirkan sungai, melalui logo karyanya itu ia berharap menjadi pengingat warga dan pemerintah agar  senantiasa menjaga sungai. Dijelaskannya, diperlukan waktu sekitar dua minggu untuk membuat logo tersebut.  Aan sendiri sering mengikuti beberapa kontes pembuatan logo, mulai dari Badan Otorita Borobudur. Meskipun sempat gagal namun pada kontestasi di luar negeri. Dia juga  pernah memenangkan sayembara logo Laundry Social di Brazil dan juga sayembara logo website yang menangani jual beli produk second.

“Yang besar terakhir itu saya masuk ke tiga besar sayembara Logo IKN dengan teman saya, Fachrudin  Dimas. Tapi yang paling berkesan dan paling bangga ya ini (logo HUT ke-110), punya kota sendiri terus punya legacy yang diberikan ke kota dan masyarakat  Kota Malang Malang,” pungkas Aan. (sisca angelina/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img