spot_img
Monday, June 17, 2024
spot_img

Pemulihan Kawasan,  Taman Nasional Baluran Ditutup Selama Sebulan

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Malang Posco Media, Situbondo – Informasi ini penting untuk diketahui oleh masyarakat yang ingin berkunjung ke Taman Nasional Baluran di Situbondo.

Sebab tempat wisata tersebut  ditutup untuk  sementara  selama satu bulan per tanggal 15 Januari sampai 15 Februari 2024 untuk pemulihan kawasan usai libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.


Sesuai surat edaran atau pengumuman Kepala Balai Taman Nasional Baluran Situbondo Johan Setiawan menyebutkan penutupan sementara aktivitas kunjungan wisata di kawasan suaka margasatwa itu selain untuk pemulihan kawasan juga sekaligus evaluasi kunjungan wisata.

“Memang benar mulai tanggal 15 Januari 2024 hingga satu bulan ke depan ditutup sementara untuk kunjungan wisata, setelah libur Natal dan tahun baru kemarin,” kata Humas Balai Taman Nasional Baluran Situbondo Joko Mulyono saat dihubungi di Situbondo, Jawa Timur, Kamis.


Selain pemulihan kawasan dan evaluasi selama kunjungan wisata, lanjut dia, penutupan sementara wisata alam di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, itu juga sekaligus akan dilaksanakan pembangunan atau pemeliharaan sarana prasarana wisata.


Sarana prasarana wisata di Taman Nasional Baluran yang akan dilakukan pembangunan, khususnya mulai pintu masuk utama di jalur dari Batangan menuju Padang Sabana (Bekol) dan dari Bekol menuju Pantai Bama.”Jadi yang ditutup sementara itu bagi pengunjung, yakni dari pintu masuk utama taman nasional sampai dengan Pantai Bama. Dari pintu masuk sisi barat Watunumpuk (ke Pantai Merak) tetap dibuka,” kata Joko.


Menurut dia, selama penutupan sementara untuk kunjungan wisata, berbagai sarana prasarana wisata yang akan dibangun itu di antaranya pembangunan dan penataan tempat UMKM dan pemasangan papan pengumuman di sepanjang jalan pintu masuk menuju Pantai Bama.”Perlu kami sampaikan bahwa sepanjang libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 23.000 orang, oleh karena itu perlu pemulihan kawasan,” ujar dia. (ntr/mpm/nug)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img