spot_img
Thursday, February 22, 2024
spot_img

Pengerahan Massa Kurang Efektif, Manfaatkan Kampanye di Media

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Diskusi MPM Forum

Parpol harus cermat  melakukan kampanye yang efektif. Menurut Pakar Politik UMM Prof  Dr  Asep Nurjaman M.Si kampanye dengan cara mengerahkan massa kurang efektif. Maka media menjadi bagian yang sangat strategis.

“Oleh karena itu kalau ada kesempatan kampanye di media, kalau tim sukses sensitif, harus bisa membaca. Kalau pakai media, tidak lagi masuk ruang umum, tapi langsung masuk kamarnya masing masing,” ujar Asep dalam diskusi publik di Rumah Kita, markas Malang Posco Media, Jumat pekan lalu.

Ditegaskannya, media yang cukup efektif untuk dijadikan kampanye adalah media mainstream. Sebab media mainstream lebih terpercaya. Sangat berbeda dengan informasi yang beredar di media sosial yang rentan tercampur dengan hoaks.

Di Malang,  untuk peluang ketiga paslon presiden dinilainya masih seimbang. Belum ada yang melakukan terobosan kampanye. Perlu ada strategi yang lebih ekspansif untuk mengatrol pemenangan seperti menangkap isu-isu yang dijadikan perhatian masyarakat. Isu-isu seperti ini, biasanya sangat dipahami oleh media.

“Kerjasama dengan media itu untuk menggaungkan kebutuhan pemilu. Di samping juga bisa influencer, tokoh-tokoh lokal, yang punya pengaruh sebagai pengatrol suara,” tambah Asep.

Di samping menggandeng media, Asep juga meminta agar masing-masing tim membuat sistem organisasi yang kuat. Tidak lupa dalam konteks tertentu, etik politik  harus dipertimbangkan. Jangan sampai melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan etika politik.

“Jangan sampai melakukan negatif campaign (kampanye negatif). Kalau ketahuan melakukan negatif campaign dan itu dipercaya masyarakat, akan menjadi kontraproduktif bagi calon itu sendiri,” tegas dia.

Sementara itu, Analis Politik dan Pakar Kebijakan Publik Dr  Nuruddin Hady menyampaikan media menjadi salah satu kekuatan civil society. Hal ini bisa menjadi peluang dan kesempatan tersendiri bagi parpol untuk kampanye.

Namun ia mengkritisi sekaligus mengingatkan bahwa saat ini ada beberapa media yang statusnya dimiliki oleh elite politik tertentu.

“Teori arena kekuasaan ada empat. Political society, economy society, civil society dan international society. Kita sering tidak bisa membedakan kekuatan politik karena elite politik itu sebagai pelaku ekonomi. Ironisnya dia juga punya media yang harusnya menjadi kontrol civil society. Sehingga mulai bangun tidur sampai malam, narasinya melawan capres lawan. Bahkan frekuensi publik hanya dipublikasikan mars partai,” urai dosen UM ini.

Diskusi yang digelar Malang Posco Media pun diapresiasi oleh seluruh peserta diskusi yang hadir pada kesempatan tersebut. Selain Asep dan Nuruddin, seluruh Tim Pemenangan capres di daerah  hadir secara langsung. Yakni Tim Pemenangan pasangan Anies-Muhaimin Kota Malang, Anis Muttaqin, Tim Pemenangan pasangan Prabowo-Gibran Malang Raya Moreno Soeprapto dan Tim Pemenangan pasangan Ganjar Mahfud,  Zaenuddin ST MT.

Dengan adanya diskusi ini membuktikan bahwa seluruh tim pemenangan yang ada di daerah tetap akur satu sama lain. Selain itu semuanya berkomitmen untuk menjadikan pemilu tahun ini lancar dan kondusif. (ian/van/habis)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img