spot_img
Sunday, February 25, 2024
spot_img

Perhutani; Hutan Gundul Butuh Reboisasi

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Wilayah hutan di Kabupaten Malang dibawah Perum Perhutani masih banyak yang membutuhkan reboisasi. Meski telah berkurang puluhan ribu hektar lahan tercatat masih gundul dan membutuhkan upaya reboisasi hutan. Selain itu, alih fungsi lahan hutan yang berisiko pada dampak bencana jangka panjang terus berupaya ditertibkan.

Diungkapkan Administratur Perum Perhutani KPH Malang Loesy Triana, upaya reboisasi terus berjalan di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Malang. Terutama pada hutan yang kini gundul. Terbaru, pada akhir tahun 2023 diketahui lahan gundul mulai berkurang. ‘Untuk KPH Malang secara total tanah yang cenderung kosong berkurang, masih tinggal 10 hektar,” terang Loesy.

Dikatakannya, Perum Perhutani setiap tahunnya memiliki program untuk menyelesaikan hutan gundul secara bertahap. Upaya tersebut direncanakan jangka panjang hingga lima tahun kedepan. Mayoritas wilayah hutan Perhutani berada di Kabupaten Malang. “Hampir semua di Kabupaten Malang, yang masuk Kota Batu hanya sedikit,” ujarnya.

Loesy menyinggung mengenai perkebunan yang mengalihfungsikan lahan hutan kayu oleh warga. Hal tersebut terjadi di beberapa perbukitan dan lereng gunung hingga menimbulkan risiko bencana. Pihaknya berupaya melakukan upaya penertiban dengan skema kerja sama Perhutani dan masyarakat.

“Ada lahan yang digunakan perkebunan sayur harus ditertibkan menjadi lahan kayu. Seperti yang kita tahu, jika sudah demikian ada risiko terjadinya longsor saat hujan. Nanti berproses dilakukan penertiban juga,” kata Loesy. Ia mengarahkan agar ada perubahan pertanian sayur di lahan yang merupakan  penyangga menjadi perkebunan kopi.

Selain hasilnya dinilai lebih tinggi bagi masyarakat, diharapkan pula membantu reboisasi tanaman kayu untuk mengurangi risiko bencana jangka panjang dari alih fungsi. “Penertiban bagi petani sayur, di Kota Batu sudah berjalan. Di Kabupaten Malang masih terus dilakukan sosialisasi terlebih dahulu mengenai program yang dilakukan,” tegasnya. (tyo/mar)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img