spot_img
Monday, February 26, 2024
spot_img

Periksa Kesehatan Dulu Baru Lunasi Biaya Haji

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA-Kesehatan fisik dan mental calon jemaah haji (CJH) menjadi perhatian pemerintah. Tahun lalu, di Indonesia tercatat setidaknya 740 jemaah meninggal dunia saat melaksanakan ibadah haji. Di Kota Malang terdata tiga orang yang meninggal saat haji karena faktor kesehatan fisik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr. Husnul Muarif menyampaikan, sesuai  regulasi pemerintah pusat, untuk tahun ini pemeriksaan kesehatan haji berbeda dengan tahun sebelumnya. Pemeriksaan kesehatan ini menjadi syarat mutlak dan harus terlebih dahulu dilakukan sebelum melakukan pelunasan biaya haji.

“Sekarang dibalik, untuk meminimalisir CJH yang masih membutuhkan perawatan atau belum istitoah. Sekarang juga lebih kompleks lagi. Ada pemeriksaan dasar penunjang laboratorium, tes kemandirian ‘activity daily living’, tes kesehatan mental SRQ-20 (Self-Rating Questionnaire). Semuanya ini untuk menunjang kemandirian CJH baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam komunitasnya nanti,” terang Husnul kepada Malang Posco Media.

Untuk pemeriksaan tertentu, CJH yang mempunyai gangguan jantung misalnya, harus melakukan pemeriksaan khusus Ekokardiogragi ekocsrdiografi. Lalu CJH yang merupakan post stroke harus menjalani CT-scan. Semua pemeriksaan tersebut dikumpulkan hasilnya, lalu diinput dalam Siskohatkes (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan).

“Status muncul setelah hasil diupload. Kalau statusnya istitoah, bisa berangkat. Istitoah dengan pendamping, bisa berangkat. Tidak istitoah sementara, masih bisa berangkat. Keempat, kalau statusnya tidak istitoah, untuk tahun ini tidak bisa berangkat,” sebut Husnul.

Untuk jumlah CJH yang sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, pihaknya mengaku belum melakukan rekap. Sehingga belum diketahui berapa saja yang lolos dan gagal. Namun yang pasti, pihaknya beberapa kali sudah menyampaikan kepada Kemenag maupun KBIH agar CJH bisa disiapkan sebaik mungkin.

“Terakhir pemeriksaan kesehatan ini satu minggu atau tujuh hari sebelum hari terakhir pelunasan tahap dua,” jelasnya.

Kantor Kementrian Agama Kabupaten Malang membantah banyak CJH di Kabupaten Malang yang gagal pada tes kesehatan.  Hal ini disampaikan  Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang Abdul Salam.

“Saat ini Kemenkes masih maintenance atau migrasi sistem pemeriksaan kesehatan versi lama ke versi  baru. Sehingga hasil pemeriksaan kesehatan yang menentukan status istithaah atau tidak istithaah mengalami keterlambatan,’’ katanya.

Lantaran status yang belum jelas tersebut, banyak CJH yang belum bisa melakukan pelunasan  biaya haji. “Status  itulah yang menentukan CJH bisa melakukan pelunasan atau tidak bisa melunasi,’’ tambah Salam.

Dia pun menegaskan bahwa CJH yang dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan sesuai dengan peraturan kementerian kesehatan tidak dapat melakukan pelunasan.

Jika CJH yang tidak dapat melakukan pelunasan maka tidak dapat berangkat.

“Terpenuhi atau tidak terpenuhinya syarat kesehatan bagi CJH itu merupakan kewenangan kementerian kesehatan setelah melalui hasil pemeriksaan kesehatan secara lengkap,’’ ungkapnya.

Sementara untuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dikatakan Salam sudah dilaksanakan sejak pertengahan Desember 2023 lalu dan masih berlangsung sampai kemarin.

“CJH dapat melaksanakan tes kesehatan di Puskesmas kecamatan masing-masing, sesuai domisilinya,’’ tandas Salam.

Sedangkan 140  CJH asal Kota Batu yang sudah terdata di Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu dipastikan akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun 2024. Hal ini setelah menjalani beberapa pemeriksaan tes kesehatan oleh Dinas kesehatan Kota Batu.

“Sekarang tes kesehatan dulu baru pelunasan. Teknisnya CJH mendapat panggilan dari Dinkes menjalani tes kesehatan. Hasilnya 140 CJH bisa dipastikan berangkat,” papar Kasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Kemenag Kota Batu, Basuki Rachmat ditemui, Rabu (17/1) kemarin.

Namun jika dalam masa tunggu ada jamaah yang sakit parah permanen seperti stroke atau penyakit kronis kanker biasanya tidak mungkin berangkat. Sehingga akan ada pelimpahan. Misalnya CJH sakit parah, kemudian bisa dilimpahkan ke ahli waris seperti anak kandung atau saudara kandung.

Ditambahkan Basuki, dari 140 CJH yang sudah terdata berusia paling muda 22 tahun dan tertua berusia 89 tahun. Dari jumlah tersebut, tidak menutup kemungkinan ada tambahan. Sebab, terdapat 54 jamaah cadangan.

“Sampai saat ini belum ada laporan jamaah yang tidak bisa berangkat karena kesehatan ,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, dr Susana Indahwati memaparkan, terdapat puluhan tes kesehatan CJH dilakukan yang meliputi di antaranya, tes darah lengkap, kimia darah, kolesterol, urine lengkap, periksa kognitif.

“Juga terdapat pemeriksaan kehamilan bagi CJH wanita pasangan usia subur, ” ujarnya. 

Diuraikannya, CJH yang sudah melakukan tes kesehatan terdapat 103 orang, namun masih belum lengkap diperiksa. Sedangkan yang belum diperiksa 21 orang. Yang meninggal lima  orang dan yang pindah ke Malang dua orang.

“Menunggu pemeriksaan lengkap dulu. Bila lengkap dan semua hasilnya baik, baru boleh melakukan pelunasan dan bisa berangkat,” jelasnya.

Pengelola program kesehatan haji Dinkes Kota Batu, Adi Koezaini menambahkan, pemeriksaan lanjutan akan dilaksanakan pada 24 dan 25 Januari 2024 mendatang di Puskesmas Batu. Pelaksanaan tes kesehatan sebelumnya di bulan antara Oktober dan November lalu. “Nanti tanggal 24 dan 25 itu menyusul CJH yang belum,” pungkasnya. (ian/ira/den/eri/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img