spot_img
Friday, March 1, 2024
spot_img

Permintaan Dupa Naik 20 Persen

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA-Tahun baru Imlek tinggal beberapa pekan lagi. Nuansa tahun baru penanggalan Tiongkok ini mulai terasa di Kota Malang. Ini bisa terlihat dari naiknya permintaan sejumlah kebutuhan untuk perayaan Imlek. Termasuk kebutuhan dupa untuk ibadah.

Salah satu pengusaha dupa di Kota Malang Rosa Amelia menyampaikan kenaikan permintaan  dupa ini mulai terasa sejak beberapa pekan kemarin. Kenaikannya dikatakan Rosa lebih dari 10 persen.

“Perkiraan untuk bahan (produksi) yang dibutuhkan per bulan itu kami 5 ton lebih. Jadi total produksi per bulan 5 ton pada hari biasa dan untuk Imlek ini naik 10 persen sampai 20 persen,” ungkap Rosa kepada Malang Posco Media, Selasa (23/1) kemarin.

Permintaan dupa yang diterima oleh Rosa  kebanyakan memang untuk kegiatan keagamaan, pesta rakyat dan acara kebudayaan. Tidak hanya Imlek, tapi acara keagamaan lain seperti Galungan, Kuningan bahkan acara budaya Bantengan yang belakangan hits juga banyak membutuhkan dupa.

“Paling banyak kami (permintaan) dari Jawa Tengah, Keraton. Terakhir kemarin 2 koli, itu macam-macam atau random. Ke Bali, yang paling banyak itu akhir tahun kemarin sampai menjelang Imlek ini, bisa sampai 5 ribu pcs,” sebut Rosa, pemilik toko Dupalo ini.

Di toko miliknya menyediakan dupa dengan beragam aroma terapi. Misalnya seperti aroma Sarimadu, Teratai, Cendana, Tunjung Biru hingga Kelor. Sedikitnya ada 52 aroma yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Selain dupa berbentuk batang, ada dupa serbuk, dupa kerucut dan dupa asturba

Harganya termurah di Dupalo mulai Rp 18 ribu sampai Rp 324 ribu. Untuk ukuran Rp 18 ribu, yaitu untuk dupa isi sembilan batang. Sementara yang harga Rp 324 ribu, untuk 1 kilogram dupa kelas gold atau kelas 1.

“Untuk pangsa pasar kami seluruh Indonesia sudah masuk. Jepang Dubai Myanmar,” sebutnya.

Meningkatnya permintaan dupa ini pun bisa menjadi sinyal positif pelaksanaan Imlek di Kota Malang. Terutama untuk kegiatan ibadah bagi penganut Tri Dharma di Kota Malang. Meski, beberapa tempat seperti Klenteng Eng An Kiong, dipastikan tidak mengadakan perayaan Imlek pada tahun ini. Seperti Wayang Potehi, Barongsai hingga Lontong Cap Go Meh.

“Tahun ini tidak ada perayaan Imlek di Klenteng Eng An Kiong, jadi hanya ibadah saja di tanggal 10 Februari. Karena Imlek tahun ini dekat dengan Pemilu. Kalau dimungkinkan, nanti mungkin hanya Barongsai di depan dan sebentar saja. Kalau rangkaian ibadah tetap ada,” terang Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong Rudi Phan. (ian/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img