spot_img
spot_img

Pindah Dropzone Siswa Madrasah Terpadu ke Jalan Bogor

Tidak Ada Antar Jemput di Jalan Bandung

MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang akan kembali melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Bandung, khususnya di kawasan kompleks madrasah terpadu. Pekan ini, drop zone atau tempat antar jemput siswa akan dilakukan di Jalan Bogor tidak lagi di depan sekolah atau Jalan Bandung.

Sebelumnya, dropzone atau titik antar dan jemput orang tua/wali murid selama ini berada di Jalan Bandung, baik depan MAN 2, MIN 1, dan MTs N 1. Hal ini kerap menyebabkan kemacetan panjang pengendara di kawasan tersebut

“Pekan depan ini, kita akan ujicobakan dropzone akan dipusatkan di Jalan Bogor. Nanti tidak ada yang antar jemput di depan sekolah,” Kadishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra kepada Malang Posco Media, kemarin.

Jaya menjelaskan keputusan ini diambiil atas pembahasan dan rekomendasi Forum Lalu Lintas (Forum Lalin) beberapa waktu lalu. Mengingat kondisi kemacetan di Jalan Bandung sudah berjalan lama dan tidak kunjung menemui solusi, meski kali beberapa dilakukan rekayasa lalu lintas.

Berita Lainnya:  Selalu Siap Mendampingi Dalam Riset dan Teknologi

Belum lagi, warga sekitar khususnya warga pemukiman sekitar kerap mengeluhkan hal tersebut ke Dishub Kota Malang. Karena tidak bisa leluasa keluar dan masuk ke kediaman sendiri dikarenakan macet akibat aktivitas antar jemput di kompleks sekolah Jalan Bandung tersebut.

“Sudah kita komunikasikan dengan pihak sekolah. Mereka tentu akan komunikasi antar lembaga. Tapi rencana pekan ini kita uji cobakan. Selain itu nanti pengaturan penyebrangan siswa kita tata kembali,” tegas mantan kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Malang ini.

Pekan ini juga, pengaturan siswa-siswi menyebrang akan dibuat secara gerombolan. Satpam atau jukir sekolah diminta tidak menyebarangkan siswa-siswi satu per satu. Karena hal ini menyebabkan kemacetan di kawasan sekolah tambah parah.

Berita Lainnya:  Kuatkan Karakter Cinta Guru dan Orang Tua

Jaya menjelaskan jika hendak menyebrangkan, maka petugas akan mengumpulkan siswa-siswi dalam jumlah besar baru diantar menyebrang.

“Biasanya ada orang tua yang nunggu anaknya di seberang jalan, jadi harus nyebrang. Kalau satu per satu seperti biasanya kan lama dan bikin macet tambah lama. Jadinya kita atur harus gerombolan baru nyebrang,” tegasnya.

Sementara itu Kepsek MIN 1 Kota Malang Drs Suyanto menjelaskan pihaknya masih membutuhkan waktu untuk melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga pendidikan di kompleks Jalan Bandung.

Perlihal pemindahan dropzeone di Jalan Bogor, pihak sekolah harus berkoordinasi bersama-sama untuk melakukan pengamanan siswa-siswi yang diantar menuju Jalan Bogor untuk diantar dan jemput. Untuk itu dibutuhkan waktu lebih lama untuk berkoordinasi.

“Sementara ini belum koordinasi langsung dengan lembaga sekolah lainnya, di Jalan Bandung juga kita perlu koondisikan agar tidak jadi dropzone lagi,” pungkasnya. (ica/aim)



BERITA LAINNYA