spot_img
Monday, April 15, 2024
spot_img

PKB Kota Batu Amankan Kursi Ketua Dewan

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Dewanti Rumpoko Menguat Tembus DPRD Jatim 

MALANG POSCO MEDIA-Rekapitulasi suara hasil Pemilu 2024 terus di kebut di Malang Raya, Rabu (21/2) kemarin. Kota Batu sudah tuntas di  hari kelima kemarin. Sedangkan Kota Malang sudah lebih dari separuh. Di Kabupaten Malang yang wilayahnya luas masih sedang kebut.

Misalnya seperti di Kecamatan Sukun Kota Malang, progres rekapitulasi suara sudah mencapai 64 persen. Dari total sebanyak 573 TPS di seluruh  Kecamatan Sukun, 370 TPS di antaranya telah selesai rekap suara.

“Yang selesai ada enam kelurahan dengan 329 TPS dan tiga kelurahan sebanyak 41 TPS. Sudah selesai 370 TPS,” sebut Mualimin Ketua PPK Kecamatan Sukun kepada Malang Posco Media, Rabu (21/2) sore kemarin.

Selain Sukun, empat kecamatan lainnya juga kondisinya hampir sama. Seperti di Klojen yang terdapat 281 TPS,  rekapitulasi suara sudah selesai untuk tujuh kelurahan, tersisa empat  kelurahan lagi. Apabila tidak ada kendala dan hambatan, diperkirakan Sukun dan Klojen bisa selesai paling cepat pada 24 Februari mendatang.

“Kecamatan lain juga rata rata sudah 50-60 persen. Kecamatan lain yang TPS-nya banyak juga sudah mengukur dan memperkirakan. Makanya kenapa Sukun mendahului (rekap suara) tanggal 16 Februari karena mereka banyak TPS-nya. Begitu juga kecamatan lain yang banyak TPS-nya,” jelas  Ketua KPU Kota Malang Aminah Asminingtyas. 

Aminah menegaskan, selama rekapitulasi suara ini dinilainya relatif lancar. Meski memang beberapa hari di awal rekapitulasi suara sempat terjadi server down untuk Sirekap. Sehingga proses rekapitulasi suara sempat terhenti.

“Kalau server down, teman-teman ya menunggu. Tapi ya tidak lama, tidak sampai berjam-jam, hanya seperti waktu rehat. Setengah jam atau mungkin satu jam. Itu di hari awal awal saja, kemarin (lusa) sampai saat ini (kemarin) relatif lancar,” yakin dia.

Proses rekapitulasi di tingkat kecamatan ini, KPU Kota Malang memprediksi bisa selesai sebelum 1 Maret. Sehingga penetapan suara tingkat kecamatan bisa dilakukan pada 2 Maret. Selanjutnya akan naik di tingkat kota, waktu maksimal untuk rekap suara hingga penetapan diagendakan selesai pada 5 Maret.

Di Kabupaten Malang rekapitulasi suara hasil pemilu di dikebut. Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika mengatakan pihaknya berharap rekapitulasi bisa dirampungkan tingkat kecamatan dalam dua hari mulai hari ini.

“Harapan kami sebelum tanggal 23 Februari sudah selesai semua dan dapat lanjut rekap tingkat kabupaten. Tapi lihat perkembangan situasi nanti,” kata Mahardika.

Saat ini, katanya, masih proses tingkat  kecamatan pihaknya  belum memutuskan akan akan dimulai kapan untuk tingkat kabupaten. Namun hingga kemarin siang, diketahui proses yang selesai tuntas hanya satu kecamatan. “Masih proses. Kurang 32 kecamatan. Yang sudah selesai Kasembon,” sebutnya.

Menurut pria yang akrab disapa Dika itu, tidak ada kendala yang berpengaruh signifikan selama proses rekapitulasi kecamatan. Kata dia, hasil perolehan suara baru akan disampaikan jika telah selesai semua rekapitulasi penghitungan di tingkat kabupaten.

“Secara umum lancar. Hanya saja lama karena memang tiap desa atau kelurahan beragam jumlah TPS-nya,” tambahnya. Mengenai perkiraan rampung rekapitulasi, dirinya belum bisa memastikan. “Kita lihat perkembangan dan laporan harian. Belum bisa dipastikan sekarang,” ringkasnya.

Sementara itu di Kota Batu rekapitulasi tingkat kecamatan sudah selesai Rabu (21/2) kemarin. Dari  hasil rekap yang telah masuk, PKB menduduki urutan pertama dengan raihan suara terbanyak dalam Pileg. Kemudian disusul PDI Perjuangan dan PKS. “Untuk rekapitulasi di tiga kecamatan selesai dilaksanakan hari ini (kemarin.red). Hasil hitung suara bisa di cek dalam web kpu.go.id. Namun secara umum Pileg,  PKB meraih suara terbanyak disusul PDI Perjuangan  dan PKS,” ujar Anggota KPU Kota Batu, Erfanudin kepada Malang Posco Media.

Setelah dilaksanakan rekap tingkat kecamatan, selanjutnya akan dilakukan rekap tingkat kota. Rencananya akan dilaksanakan pada 26 Februari.

“Untuk rekap tingkat kota direncanakan tanggal 26 Februari. Tapi karena Anggota KPU provinsi baru saja dilantik, maka jadwal masih bisa berubah,” bebernya.

Mengacu dari perhitungan data yang masuk di web KPU, pemilu2024.kpu.go.id/pilegdprd_kab/hitung-suara/dapil/35/3573 hingga pukul 18.00 WIB Rabu (21/2) kemarin.

Tiga suara tertinggi pertama PKB dengan perolehan  12.983 suara. Kedua PDI Perjuangan  dengan perolehan 12.562 dan tertinggi ketiga ada Gerindra dengan 8.842 suara.

Namun dari data yang didapat Malang Posco Media, dari perhitungan mencapai 90,46 persen PKB mampu meraih suara 27.247 suara, PDI Perjuangan  dengan perolehan suara 24.216 dan tertinggi ketiga oleh PKS mendapat 17.463 suara.

Dengan begitu secara tidak langsung nantinya PKB Kota Batu menggeser kursi Ketua DPRD yang sebelumnya diduduki PDI Perjuangan. Sedangkan PDI Perjuangan turun dengan Wakil Ketua I. Kemudian PKS berhasil menduduki kursi Wakil Ketua II menggeser Gerindra yang yang sama meraih empat kursi namun kalah raihan suara.

Ketua DPC PKB Kota Batu, Nurochman mengatakan  dari perhitungan yang telah dilakukan sampai saat ini PKB berhasil meraih enam kursi DPRD atau bertambah satu kursi dari Pemilu  sebelum. Raihan tersebut menyamai  perolehan PDI Perjuangan, enam kursi namun kalah suara.

“Sampai hari ini kami fix enam kursi. Masih ada kelebihan suara sekitar 3.000. Namun untuk pastinya kita tunggu hasil rekap tingkat kecamatan,” ujar Nurochman kepada Malang Posco Media.

Di sisi lain Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto menyampaikan bahwa dari perhitungan suara PKS berhasil menambah satu kursi. Sehingga PKS pada Pileg tahun ini mengamankan lima kursi di DPRD Kota Batu.

“Alhamdulillah pada Pemilu kali ini masyarakat memberikan kepercayaan kepada PKS Kota Batu. Sehingga kami bisa meraih lima kursi. Semoga apa yang diamanahkan masyarakat bisa kami kawal melalui kebijakan yang berpihak ke masyarakat,” paparnya singkat.

Sementara dengan selesainya rekap tingkat kecamatan sudah terlihat jelas caleg DPRD Kota Batu yang kemungkinan besar melenggang ke gedung dewan.

Beberapa di antaranya Dapil Batu 1 (tujuh kursi) ada PKB : Nurochman dan Hasan, Golkar : Didik Machmud, PAN : Katarina, PDI Perjuangan : Ganis Rumpoko, Gerindra : Arta dan PKS : Adi Sayoga.

Kemudian Dapil Batu 2 (tujuh kursi) ada PKB :  Didik Bianto dan Kartika, PDI Perjuangan  Punjul Santoso, Golkar  Santi Levrika, Gerinda  Bambang dan PKS   Syaifudin, Nasdem : Farhan.

Untuk Dapil Batu 3 Bumiaji (sembilan kursi) ada PDI Perjuangan  Amira Ghaida dan Khamim Tohari, Gerindra : Heli Suyanto, PKB: Nur Ali, Demokrat : Wildan, PKS : Nurudin, PAN : H Rudi, Golkar :  Ilyas. Sedangkan Nadem : Djonet.

Serta Dapil Batu 4 Junrejo (tujuh kursi) ada Gerindra ada nama  Agung, PDI Perjuangan  Sampur dan Kukuk, PKS   Ludi Tanarto dan Chaerul, PKB muncul nama  Sudiono dan Golkar: Bambang Sumarto.

Sementara itu berdasarkan hasil penghitungan sementara yang dikutip dari Pemilu2024.kpu.go.id,  PDI Perjuangan  hampir dipastikan bakal menambah satu jatah kursinya di DPRD Jatim untuk masa 2024-2029 dari Dapil Jatim VI (Malang Raya).

Jika tahun 2019-2024 PDIP Jatim menempatkan empat orang anggota dewannya  di Gedung Indrapura 1 Surabaya, pada Pileg 2024 kali, PDI Perjuangan  bakal menempatkan lima orang calegnya.Termasuk satu pendatang baru, yakni  Wali Kota Batu 2017-2024, Dewanti Rumpoko. Hingga pukul 20.30 WIB tadi malam, suara Dewanti Rumpoko mencapai 36.642 suara. 

Perolehan ini jauh mengungguli dua suara legislator gaek. Dewanti mengungguli Saifudin Zuhri yang meraih 32.369 dan Sri Untari yang  mendapat  31.080 suara.

Sedangkan Gunawan HS, petahana   politikus PDI Perjuangan  Jatim  masih tertinggi dengan  41.189 suara.

Sama seperti lima tahun lalu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim tetap akan menempatkan dua orang wakilnya. Calegnya pun hampir bisa dipastikan juga sama yaitu Hikmah Bafaqih sementara meraih 50.441 suara dan  Khofidah dengan 45.168 suara.    

Gerindra Jatim yang sebelumnya diwakili Aufa Zhafiri, kali ini, akan digantikan Chusni Mubarok. Politikus yang juga bisnisman ini mendaftar sebagai caleg di ururtan pertama untuk kursi DPRD Jatim. Sebelumnya, tahun 2019, Chusni Mubarok juga pernah mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI.

Dibanding 131 caleg lainnya di Dapil Jatim VI, perolehan suara Chusni Mubarok cukup moncer 77.631 suara.  Ini sekaligus menempatkan dirinya sebagai caleg dengan perolehan suara tertinggi.

Secara mengejutkan nama Siadi, politikus Partai Golkar (PG) Jatim perolehan suaranya jauh dari harapan. Siadi hingga berita ini hanya  meraup  21.948 suara.

Di nomor urut sembilan, muncul  nama baru yaitu Dewi Irvani asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  yang meraih 25.199 suara. 

Sementara  Jajuk Rendra Kresna dari Nasdem  dengan 24.998 suara. Selain itu terdapat perolehan suara yang juga mengejutkan. Yakni H Makhrus Sholeh SH meraih  36.453 suara. (ian/tyo/eri/has/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img