MALANG POSCO MEDIA – Polri resmi memulai pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Malang, Rabu (6/8) kemarin. Groundbreaking dilakukan di Desa Rembun Kecamatan Dampit Kabupaten Malang yang sekaligus menjadi bagian dari peletakan batu pertama secara serentak untuk 205 gedung SPPG di seluruh Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari langkah konkret Korps Bhayangkara dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan tersebut dihadiri Irwasum Polri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mewakili Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Turut hadir Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Bupati Malang HM Sanusi, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir, serta sejumlah jajaran Forkopimda Jatim dan Kabupaten Malang.
“Pembangunan SPPG bagian dari peran aktif Polri dalam mendukung program strategis nasional, khususnya pemenuhan gizi dan pelayanan pangan sehat kepada masyarakat. Ini menjadi bagian dari konsep pelayanan Polri yang lebih humanis dan preventif,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Wakil Kepala Satgas MBG Polri Irjen Pol Nurworo Danang dalam laporannya menyampaikan, dari 27 SPPG yang sudah beroperasi, sebanyak 86.777 orang telah mendapatkan manfaat MBG setiap hari. Selain itu, sebanyak 1.344 tenaga kerja terlibat sebagai perangkat dapur.
“Dengan tercapainya progres pembangunan SPPG saat ini, maka diharapkan akhir tahun 2025 dapat terbangun SPPG Polri di seluruh Indonesia sebanyak 500 unit,” tambahnya.
Kegiatan groundbreaking SPPG di Desa Rembun juga dirangkaikan dengan panen raya jagung seluas 200 hektare milik 354 petani lokal. Momen ini dimanfaatkan untuk menunjukkan sinergi antara sektor pertanian dan program peningkatan gizi nasional.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebutkan, keberhasilan pertanian ditentukan oleh tiga komponen utama: benih, air, dan pupuk. Menurutnya, pemilihan benih unggul akan meningkatkan hasil panen secara signifikan.
“Penting untuk kita cermati bahwa pemilihan bibit unggul dapat meningkatkan 20 sampai 30 persen produksi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan riset dan optimalisasi teknologi perbenihan jagung. Petani juga telah teredukasi untuk memilih benih berkualitas dan sesuai standar.
“Petani penangkarnya kualitas baik, itu yang akan didistribusikan ke seluruh Indonesia. Jaminan bahwa produktivitas kita sesuai, karena benihnya sesuai dan terstandar,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S yang hadir dalam kegiatan menyatakan kesiapan jajaran Polres Malang dalam menjalankan program SPPG bersama Forkopimda dan para pemangku kepentingan.
“SPPG Polri bukan hanya soal dapur umum. Ini soal kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat. Kami siapkan SPPG sebagai wujud nyata pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga,” ujarnya. (den/aim)