spot_img
spot_img

SMA Negeri 1 Lawang

Program Enrichment Antar Siswa Raih Sukses

MALANG POSCO MEDIA, MALANG -Satu lagi program inovasi di SMA Negeri 1 Lawang. Namanya Program Enrichment. Dengan arti kata : penyuburan. Bisa juga diartikan penguatan. Karena program ini memang untuk penguatan potensi dan minat siswa.

Program Enrichment dapat memantapkan siswa dalam mengambil keputusan penting setelah mereka lulus. Mau kuliah, sekolah kedinasan TNI/POLRI, STAN, swasta atau berwirausaha.

Program ini diberikan kepada siswa kelas XII. Mereka memilih program yang terbaik untuk masa depannya. Program Enrichment menjadi satu tahun terakhir yang begitu berarti untuk siswa.

Kepala SMAN 1 Lawang Dr. Abdul Tedy, M.Pd mendesain program ini begitu strategis. Benar-benar menjadi solusi bagi siswa yang biasanya bingung akan kemana setelah lulus.

Tedy mengatakan, SMANELA (sebutan lain SMAN 1 Lawang) bekerjasama dengan berbagai pihak. Sesuai dengan bidang yang ditentukan.

Misalnya untuk pembinaan di kelompok siswa bidang militer. Smanela bekerjasama dengan TNI/POLRI. Demikian juga bidang lainnya. Termasuk yang ingin masuk perguruan tinggi ikatan dinas. Misalnya STAN. Maka Smanela menggandeng instansi yang terkait.

Sedangkan siswa yang ingin langsung kerja, akan masuk kelompok soft skill. Dalam hal ini Smanela bekerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri. Di bidang ini Smanela merangkul Hotel Solaris dan Taman Dolan.

Berita Lainnya:  Dosen Berkarya FISIP Universitas Brawijaya; Kembangkan Kopi Dampit, Gandeng Kelompok Tani Panorama

Yang paling banyak, siswa memilih program bimbingan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Program ini untuk mereka yang berkeinginan melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Dan hasilnya, luar biasa. Di angkatan pertama Program Enrichment tahun lalu, Smanela berhasil mengantarkan 108 siswa melalui jalur UTBK SBMPTN. Sedangkan jalur SNMPTN atau jalur undangan prestasi sebanyak 50 siswa. “Jadi hasilnya tampak sekali. Program ini bukan receh-receh, kita desain dengan konsep yang matang. Hasilnya pun luar biasa,” ucap Tedy kepada Malang Posco Media, Rabu (5/10).

Hasil memuaskan itu tidak hanya dari kelompok siswa UTBK. Tetapi juga kelompok lainnya. Beberapa siswa ada yang diterima di AKMIL dan STAN.

Termasuk yang dari kelompok softskill. Hampir semuanya sudah diterima kerja. “Kami sangat bersyukur hasil Program Enrichment sangat signifikan,” imbuhnya.

Tedy mengatakan Program Enrichment merupakan salah satu program terobosan untuk membuat percepatan di Smanela. Dia menekankan empat strategi unggulan. Berlaku untuk semua bidang. Kurikulum, Kesiswaan, Kehumasan, Sarpras, BK dan yang lainnya.

Berita Lainnya:  Implementasi P5, Ajarkan Kearifan Lokal

Empat strategi itu yakni salat di awal waktu dengan berjamaah, birrul walidain (berbakti kepada orang tua), gemar bersedekah dan bekerja (belajar) di atas rata-rata.

Program Enrichment merupakan satu contoh program yang tidak biasa. Disebut Tedy sebagai program kerja di atas rata-rata. Istilah lain out of the box. Buah dari pemikiran besar untuk perubahan yang lebih baik. “Program ini miliknya kurikulum. Terus kita kembangkan. Dan sekarang masuk di tahun kedua,” ungkapnya.

Program kurikulum ini berbeda dengan sekolah lainnya. Lebih kreatif dan inovatif. Tentu dengan target hasil yang juga lebih baik.

Guru memetakan siswa sesuai dengan keinginan saat mereka lulus nanti. Dimulai saat baru naik kelas XII.

Bimbingan atau treatment dari program ini dilaksanakan setelah jam belajar reguler. Seminggu dua kali pada Hari Jumat dan Sabtu.

Tahun pertama lalu, hanya satu semester. Tahun kedua dan seterusnya, menjadi dua semester atau 10 bulan. Dengan harapan hasil lebih maksimal. “Pada prinsipnya, lebih baik kita paksa dalam kebaikan, daripada dibiarkan tidak baik,” pungkasnya. (imm)



BERITA LAINNYA